Postingan Terunggul Hari Ini

4 Pilihan Dalam Berkehidupan

4 pilihan dalam berkehidupan : Ada 4 Pilihan dalam berkehidupan, kamu bisa pilih salah satunya, atau lebih dari itu : 1. Dengan kedudukan Ja...

Showing posts with label Motivasi dan renungan. Show all posts
Showing posts with label Motivasi dan renungan. Show all posts
Motivasi : 2 PEKERJA BERBEDA YANG DIRASAKAN

Motivasi : 2 PEKERJA BERBEDA YANG DIRASAKAN

2 PEKERJA BERBEDA YANG DIRASAKAN
           

            Tersebutlah seorang kaya raya di suatu tempat, ia begitu rajin untuk bekerja. Hari-harinya dipenuhi target-target dan target. Kehidupannya selalu dipenuhi dengan hal-hal mewah, mobil, rumah, makanan. Hidupnya kebanyakan habis di kantor, dikelilingi dengan desingnya suara komputer, dan berisiknya suara kendaraan yang berlalu lalang.

            Kehidupannya sangatlah menyenangkan bagi orang yang melihatnya, namun tidak dengan apa yang ia rasakan. Ia lelah dengan semua itu. Ia sebenarnya ingin bebas, tak mau terbelenggu dengan semua pekerjaan itu.

            Di lain tempat, di sebuah desa, ada seorang petani yang hidupnya sederhana. Hari-harinya juga sibuk bekerja, mencangkul, menyiangi rumput dan menanam biji-bijian. Hidupnya dikelilingi oleh udara segar, angin sepoi-sepoi, kicauan burung dan indahnya panorama alam. Petani itu bahagia sekali dengan kehidupannya.

            Diantara 2 contoh di atas, menurut anda apa yang menyebabkan kedua orang itu berbeda, mengapa orang kaya bekerja dikantoran hidupnya bisa menyebalkan, sedangkan si petani hidupnya bahagia? Coba tebak, apakah menurut anda karena si pekerja kantor tidak hidup bebas, sedangkan si petani hidup di alam bebas yang menyenangkan?

            Itu semua salah, kunci kebahagiaan si petani adalah ‘pikirannya’.

            Yah, pikiran adalah hal yang ajaib sekali, pikiran dapat membuat sesuatu yang manis menjadi pahit dan dapat pula membuat yang pahit menjadi manis
.
            Sebenarnya pemain pertama yang bekerja di kantor hidupnya sudah sangat menyenangkan, siapa yang tidak mau hidup kaya, serba kecukupan. Namun orang itu pemikirannya tidak mengarah ke sisi baiknya, ia hanya sibuk memikirkan ke arah buruknya.

            Hidup memang begitu, ketika kita sibuk memikirkan hal buruk, maka yang buruklah yang akan nampak, namun ketika kita fokus ke arah yang menyenangkan, keluarga, teman dan lain sebagainya, maka yang baguslah yang akan nampak.

            Kita tidak akan bisa menikmati hasil yang kita dapat, pabila pikiran kita sibuk mengarah ke sesuatu yang belum kita dapat.

            Dr. Samuel Johnson mengatakan “Kebiasaan melihat sisi baik dari semua peristiwa, jauh lebih berharga daripada mendapatkan penghasilan seribu pounsterling dalam setahun”.

Quote

“Pikirkan hal baik, maka yang baik akan menampakkan diri”



Read More
Motivasi : GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN

Motivasi : GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN

MOTIVASI : GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN

GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN
GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN


            Kehilangan harapan lebih menyiksa daripada kehilangan seseorang ataupun kehilangan harta benda, harapan merupakan salah satu kunci agar kita terus bangkit dan semangat, harapan membuat kita terus berkeinginan untuk tidak berhenti dalam menggapai impian, seorang yang kaya raya ataupun seorang raja dan ratu hidupnya akan menderita kalau kehilangan harapan. Sebaliknya, seorang yang miskin tetap akan bahagia jika masih ada harapan di dalam dirinya.

            Tentu saja bukan harapan yang berlebihan, ketika kita menanam sebuah biji, kita tentu berharap agar bisa memanennya. Ketika kita sekolah tentu saja kita berharap agar bisa mendapatkan pengetahuan dan kedepannya bisa berguna bagi orang lain, serta mendapatkan pekerjaan yang layak, namun kalau harapan terlalu berlebihan resikonya membuat stress diri kita.

            Harapan seperti air hujan yang menetes ke tanah tandus, dia memberikan kesegaran pada tanah tandus tesebut. Ketika kita bersedih, harapan kita tentu saja semoga itu akan menjadi kekuatan dan Allah memberikan kita pahala dibaliknya, dengan harapan itu kita bisa menjadi lebih segar dalam menjalani kehidupan.

            Harapan juga seperti akar, dia mengokohkan. Ketika kita mengalami kegagalan, harapan kita semoga saja kedepannya bisa mendapatkan keberhasilan, dengan dengan begitu kita bisa lebih kuat menghadapinya.

            Ketika kita masih berpegang pada Allah, gantungkan harapan pada-Nya harapan untuk kekuatan dan kebaikan, ketika harapana tersebut tidak tercapai, bersabar. Allah lebih tahu yang tebaik untuk kita, bukan?

            Selain harapan, percaya pada kesempatan juga merupakan salah satu pendorong supaya hidup kita terus bersemangat.

            Saya pernah mengatakan bahwa selama kita hidup kesempatan akan selalu ada, kesempatan untuk memperbaiki diri, kesempatan untuk berkarya, kesempatan untuk mengejar mimpi. Tuhan akan terus memberikan kesempatan untuk hamba-Nya agar terus berubah dari hal buruknya. Tuhan memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk meningkatkan derajatnya sendiri, dengan usahanya sendiri. Sebenarnya Tuhan sudah sangat baik, ketika kita hidup, kesempatan akan selalu ada dan kesempatan tersebut akan dihentikan sampai Tuhan bilang “STOP” pada nyawa kita.

            Harapan dan kesempatan adalah dua hal yang perlu kita yakini, harapan akan membuat kita terus semangat, dan percaya bahwa adanya kesempatan akan membuat kita tidak takut untuk berubah.

Quote:

“Harapan itu menyegarkan dan menguatkan kalau tidak berlebihan, sedangkan percaya pada kesempatan akan membuat kita bangkit lagi.”

INDRA SAPUTRA - BUKU SUGESTI PIKIRAN KE 2


Baca Juga : 


Read More
3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi

3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi

3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi - Hai sahabat Blogger jemo lintank, bagaimana kabar anda hari ini? Semoga sehat berenergi yah hehe.. Setelah sebelumnya saya memposting 3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan. Sekarang Admin memposting 3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi. Sejujurnya cerita ini telah admin posting pada tahun 2013 yang lalu, tapi sekarang diperbarui agar bisa menjadi bahan renungan dan inspirasi untuk yang belum pernah membacanya.

Berikut 3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi :

3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi
3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi


  • Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang pertama


Kisah Dua Tukang Sol Sepatu 

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
 
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
 
Ditengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukang sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
 
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
 
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
 
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
 
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
 
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
 
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
 
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
 
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
 
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.


  • Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Kedua

Sebatang Pohon vs Pemuda Jenuh

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

========================================

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!



  • Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang ketiga

Gara-gara Rayap? Yang Bener?

Dikisahkan dua orang laki-laki bekerja keras membuat sebuah perahu. Ketika sedang sibuk bekerja mereka berdua menemukan rayap disebuah papan. Salah seorang dari mereka kemudian ingin membuang papan itu tapi temannya melarang. Dia berkata, ”kenapa papan ini dibuang? Kan sayang. Lagipula tidak ada masalah. Cuma kena rayap sedikit saja.”

Karena tidak ingin mengecewakan temannya, papan yang ada rayapnya pun digunakan untuk membuat perahu. Selang beberapa hari, perahu pun selesai dan sudah bisa digunakan untuk melayari lautan.

Tapi beberapa tahun kemudian, rayap-rayap itu ternyata bertelur dan menetas. Rayap-rayap itu kemudian menggerogoti kayu kapal. Bahkan rayap-rayap itu menyebar kemana-mana hingga memakan kayu yang ada di lambung kapal.

Kapal terus digunakan dan tak seorang pun sadar hingga akhirnya, kayu-kayu perahu itu pun mulai keropos. Dan, ketika dihantam oleh ombak besar, air berhasil menembus masuk dari celah-celah dan lubang-lubang kayu.

Karena hujan juga sering turun dengan deras, para awak perahu tidak mampu lagi menguras air yang masuk ke dalam perahu sehingga akhirnya perahu itu karam. Di dalamnya terdapat barang-barang berharga dan nyawa manusia.

Sahabatku, Kalau saja kita sadar bahwa malapetaka besar ini sebenarnya berasal dari hal yang remeh dan tidak berharga seperti papan yang sudah kena rayap. Kalau saja ketika membuat perahu dahulu papan itu dibuang, tentu saja malapetaka ini bisa dicegah.

Dan, begitulah kalau pada kenyataannya kita sering tidak sadar kalau perbuatan-perbuatan kesalahan kecil dan remeh yang kita lakukan kadang-kadang justru malah menimbulkan malapetaka besar.

orang arif bijak pernah berkata :"Berhati-hatilah dan berhematlah atas pengeluaran-pengeluaran kecil. kebocoran kecil bisa mengaramkan kapal."

Demikianlah 3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi hari ini.. Nantikan terus Cerita-cerita menarik di blogger jemo lintank yah :)

Tag : Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang
Read More
#3 motivasi diri dan Renungan hidup

#3 motivasi diri dan Renungan hidup



#3 motivasi diri dan Renungan hidup - Kemarin saya sudah menulis #2 Cerita motivasi diri dan Renungan,  Juga #2 Novel Motivasi hitam episode 3. Hari ini saya menulis lagi  #3 motivasi diri dan Renungan hidup

#3 motivasi diri dan Renungan hidup
#3 motivasi diri dan Renungan hidup. Sumber Foto sesaji-sajakku.blogspot.com


Mari dibaca..

#3 motivasi diri dan Renungan hidup yang pertama

KITA SEMUA SAMA

            Ada seorang teman saya yang bernama Rian. Pernah suatu hari ia bertemu dengan seorang wanita, yang begitu menggoda hatinya. Ia menghampiri wanita itu, mengajak kenalan, dan merekapun berteman.

            Selama berteman, perasaan Rian pun semakin menjadi-jadi kepada sang wanita, ia berpikiran untuk menjadikan sang wanita sebagai pacarnya, dan Rian pun berusaha menembak (bahasa gaulnya) sang wanita.

            Betapa terkejutnya Rian saat mendengar ucapan sang wanita. “Kau itu jelek Rian, aku tak mau menjadi pacar mu”. Dengan hati panas Rian emosi, beruntung ia dapat mengontrol emosinya tersebut. Ia melihat sebuah bangkai tikus yang berada di pinggir jalan.

            “Kau tahu dek, hidup kita itu bisa jadi seperti bangkai tikus itu. Mungkin sekarang kulit mu masih kencang, masih mulus, tapi tunggu beberapa puluh tahun lagi maka ia akan keriput semuanya. Setelah itu, kita tak ubahnya seperti bangkai tikus itu, dikubur di dalam tanah, dimakan cacing dan belatung.

            “Tak mengapa kau menolak cintaku dek, tapi ketahuilah, jika kau mengatakan aku jelek, jelas aku marah, karena Tuhan ku saja mengatakan bahwa setiap ciptaannya itu sempurna. 

            Sang wanita pun merasa menyesal dan menangis. Ia bersungut-sungut meminta maaf kepada Rian.

            Kisah ini berasal dari cerita temanku sendiri. Ia tertawa saat mengatakan itu, dan akhirnya wanita itu menjadi adik angkat si Rian. Meskipun sedikit kecewa tidak jadi pacar. Hehe
Intinya :
Kita semua sama, diciptakan dari Dzat yang sama. Jadi jangan suka saling merendah-rendahkan.      
***

#3 motivasi diri dan Renungan hidup yang kedua
BAHKAN TUHAN PUN SERBA SALAH

            Kebanyakan dari kita sudah pasti pernah mendengar cerita tentang Seorang pria dan Keledainya, dimana ia serba salah dalam melakukan sesuatu, keledainya dinaiki dikatakan orang salah, tidak dinaiki pun masih saja ada yang bilang salah.

            Hidup sejatinya memang begitu, selalu saja ada orang yang mungkin mengomentari atas apa yang kita lakukan. Dan bisa saja ada yang malah mengomentari apa yang kita lakukan itu salah. Serba salah jadinya.

            Namun Faktanya, Tuhan itu sungguh adil. Ia tak hanya membuat manusia saja yang menjadi serba salah. Bahkan Tuhan pun bisa saja serba salah.

            Contohnya, ada seseorang pemuda miskin yang berdo’a siang-malam, berusaha untuk mendapatkan keinginannya. “Ya Tuhan, berilah aku rejeki. Berilah aku rejeki sebanyak mungkin”. Dan dengan kasih sayangnya, Tuhan mengabulkan do’anya tersebut. Seiring waktu, harta pemuda itu semakin banyak dan semakin banyak, hingga akhirnya ia lupa melakukan kewajibannya beribadah. Tentu saja setiap orang akan mendapatkan ujian. Tuhan pun mendatangkan ujian atau bisa disebut teguran kepada pemuda ini,  ketika ia sudah kaya, dibangkrutkanlah bisnis pemuda tersebut. Pemuda itu mengeluh “Ya Tuhan, kenapa engkau melakukan ini?”. Tuhan sengaja membuat bisnis pemuda itu bangkrut, agar ia kembali mengingat-Nya. Namun apa, pemuda itu malah lupa diri, tidak sadar, setelah ia bangkrut, hidupnya semakin sembrawut, tidak mau bekerja dan tidak mau beribadah.

            Seakan apa yang dilakukan Tuhan menjadi serba salah, dikayakan salah, dimiskinkan salah. Dikayakan salah, karena ia malah lupa, tentu saja akan menyiksa dirinya sendiri suatu saat diakhirat kelak, maka Tuhan memiskinkannya lagi biar Ibadanya jalan lagi, tapi lagi-lagi salah, pemuda tersebut malah semakin sembrawut. Dan yang membuat serba salah itu bukan lah Tuhan. Tuhan tidak akan pernah salah, tapi manusialah sendiri yang membuatnya.

            Itulah salah satu contoh, Tuhan pun serba salah atas apa yang dilakukannya karena manusia kurang mengerti. Apalagi kita, akan ada orang yang mengomentari dan membuat kita serba salah atas apa yang kita lakukan, karena mereka tidak mengerti apa tujuan kita.
***

#3 motivasi diri dan Renungan hidup Yang ketiga
HAL YANG PERLU KITA LAKUKAN

            Sudah pasti setiap orang mempunyai cita masing-masing dimana mereka ingin membuat hidupnya bahagia dengan cita-citanya tersebut. Sebagian dari kita sibuk dengan pekerjaan tersendiri, ada yang menjadi pegawai, karyawan swasta, karyawan kantor, dan lain sebagainya.

            Dalam hidup, hal yang pertama mesti kita lakuakn adalah berjuang untuk diri sendiri, kejar terus apa yang kita inginkan, latih kemampuan-kemampuan kita agar bisa dipandang orang lain. Apabila kita sudah mampu berjuang untuk diri sendiri dengan begitu kita tidak lagi merepotkan keluarga.

            Tapi apakah hidup kita cukup sampai disitu, cukup dengan dapat berjuang untuk diri sendiri, lalu hari-hari kitapun disibukkan oleh hal tersebut? Tidak, saya pernah mengirim Quote di twitter yang berisi “Kehadiran kita di dunia ini adalah untuk membantu orang lain, dan kehadiran orang lain di dunia ini adalah untuk membantu kita”, Hidup kita memang diadakan untuk saling tolong menolong. Ada banyak hal yang mungkin bisa kita lakukan untuk menolong orang lain, dimulai dari hal kecil saja dahulu misalnya ketika membuat status di jejaring sosial, daripada kita mengirim sesuatu yang tidak penting, galau-galauan, bukankah lebih baik kita mengirim suatu nasehat, saling mengingatkan satu sama lain, mengirim inspirasi, motivasi, saling menyemangati satu sama lain, mengirim pengetahuan-pengetahuan, saling mengajar dan belajar, itu lebih baik dan juga termasuk menolong orang lain, walaupun hanya dengan kata-kata. Dan seperti yang banyak dikatakan oleh orang-orang bijak bahwa bantuan yang paling lemah adalah do’a. Do’akan yang terbaik untuk orang lain.

            Bayangkan betapa damainya dunia ini bila kita saling bantu-membantu. Saling mendo’akan, membentuk suatu persaudaraan.

            Kita mungkin berbeda, tapi kita hidup di bumi yang sama, menghirup udara yang sama dan berteduh di bawah langit yang sama. Mulailah dengan saling mendo’akan semisal “Ya Allah, tolong ampuni dosa aku dan seluruh hamba-hambaMU”, Indah bukan jika kita saling mendo’akan seperti itu?
Quote:
“Jika kita sudah selesai dengan urusan diri sendiri, ayo bangkit dan mari bantu orang lain. Hidup tak selalu tentang diri sendiri, kita juga perlu memikirkan apa yang harus kita lakukan agar bisa membantu orang lain.”


Itulah #3 motivasi diri dan Renungan hidup. Nantikan Updatean Novel Motivasi, novel fantasy, cerita inspirasi dan renungan hidup lainnya disini. Silahkan berlangganan lewat email di form sebelah untuk update terbarunya.

Read More
#2 cerita motivasi diri dan Renungan

#2 cerita motivasi diri dan Renungan

#2 cerita motivasi diri dan Renungan - Hidup memerlukan motivasi, karena kadangkala semangat dalam hidup ini seringkali naik dan turun, maka motivasi secara terus-terusan akan bisa mendongkrak semangat kita. Renungan dalam hidup juga perlu di perhatikan, sesekali kita seharusnya menyendiri memikirkan hal-hal apa yang telah kita lakukan selama ini, bermanfaat atau tidak?

Sebelumnya saya sudah memposting tentang :
#1 Motivasi hidup dan renungan
#1 Novel Motivasi hitam episode 2

Berikut #2 Cerita motivasi diri dan renungan. Silahkan dibaca.

#2 cerita motivasi diri dan Renungan
#2 cerita motivasi diri dan Renungan. Sumber Foto janu45.wordpress.com

#2 cerita motivasi diri dan Renungan Yang pertama




2 PEKERJA BERBEDA YANG DIRASAKAN
           
            Tersebutlah seorang kaya raya di suatu tempat, ia begitu rajin untuk bekerja. Hari-harinya dipenuhi target-target dan target. Kehidupannya selalu dipenuhi dengan hal-hal mewah, mobil, rumah, makanan. Hidupnya kebanyakan habis di kantor, dikelilingi dengan desingnya suara komputer, dan berisiknya suara kendaraan yang berlalu lalang.

            Kehidupannya sangatlah menyenangkan bagi orang yang melihatnya, namun tidak dengan apa yang ia rasakan. Ia lelah dengan semua itu. Ia sebenarnya ingin bebas, tak mau terbelenggu dengan semua pekerjaan itu.

            Di lain tempat, di sebuah desa, ada seorang petani yang hidupnya sederhana. Hari-harinya juga sibuk bekerja, mencangkul, menyiangi rumput dan menanam biji-bijian. Hidupnya dikelilingi oleh udara segar, angin sepoi-sepoi, kicauan burung dan indahnya panorama alam. Petani itu bahagia sekali dengan kehidupannya.

            Diantara 2 contoh di atas, menurutmu apa yang menyebabkan kedua orag itu berbeda, mengapa orang kaya bekerja dikantoran hidupnya bisa menyebalkan, sedangkan si petani hidupnya bahagia? Coba tebak, apakah menurutmu karena si pekerja kantor tidak hidup bebas, sedangkan si petani hidup di alam bebas yang menyenangkan?

            Itu semua salah, kunci kebahagiaan si petani adalah ‘pikirannya’.

            Yah, pikiran adalah hal yang ajaib sekali, pikiran dapat membuat sesuatu yang manis menjadi pahi dan dapat pula membuat yang pahit menjadi manis.

            Sebenarnya pemain pertama yang bekerja di kantor hidupnya sudah sangat menyenangkan, siapa yang tidak mau hidup kaya, serba kecukupan. Namun orang itu pemikirannya tidak mengarah ke sisi baiknya, ia hanya sibuk memikirkan ke arah buruknya.

            Hidup memang begitu, ketika kita sibuk memikirkan hal buruk, maka yang buruklah yang akan nampak, namun ketika kita fokus ke arah yang menyenangkan, keluarga, teman dan lain sebagainya, maka yang baguslah yang akan nampak.

            Kita tidak akan bisa menikmati hasil yang kita dapat, pabila pikiran kita sibuk mengarah ke sesuatu yang belum kita dapat.

            Dr. Samuel Johnson mengatakan “Kebiasaan melihat sisi baik dari semua peristiwa, jauh lebih berharga daripada mendapatkan penghasilan seribu pounsterling dalam setahun”.
Quote
“Pikirkan hal baik, maka yang baik akan menampakkan diri”



PENYESALAN ITU BISA DIHINDARI


            Alkisah hidup lah 2 ekor monyet yang tinggal si sebuah hutan.

2 ekor monyet tersebut masing-masing mempunyai lahan yang kosong, karena tak mau menyia-nyiakan lahan tersebut mereka ber inisiatif ingin menanami lahan tersebut.

Monyet pertama tanpa berpikir langsung menanam apa yang bisa ia tanam, jambu, pisang, nanas, pepaya dan sebagainya. Dan langsung menanam di sembarang tempat.

Sedangkan monyet kedua berpikir dahulu, apa yang akan dia tanam di lahan kosong tersebut, lalu ia merencanakan agar mengelompokkan tanaman sesuai dengan jenisnya masing-masing, jagung dikelompokkan dengan jagung, pepaya dikelompokkan dengan pepaya, dan nanas dikelompokkan dengan nanas. Saat dia selesai berpikir ia mulai menanami lahan tersebut.

            5 Bulan kemudian

            Tumbuhan yang ditanami monyet pertama banyak yang mati Karena cocok tanamannya yang asal-asalan tanpa berpikir terlebih dahulu, akhirnya monyet pertama menyesal mengapa ia tidak berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.

            Sedangkan 

            Lahan yang dimiliki monyet yang kedua tumbuh subur, karena sudah dipikirkan terlebih dahulu apa yang harus ia lakukan sebelum melakukan tindakan tersebut, ternyata menghabiskan waktu sejenak untuk berpikir tersebut lebih baik daripada menghabiskan waktu untuk memikirkan penyesalan yang datang akibat tindakan asal-asalan.


Makna dari cerita diatas :
Menghabiskan waktu utk berpikir sejenak sebelum bertindak itu lbh baik daripada menghabiskan waktu utk menyesali akibatnya. Tapi bukan berarti harus terus memikirkan tanpa bertindak, bertindaklah tapi sebelumnya pikirkan terlebih dahulu :)
Jadi , Penyesalan itu bisa dihindari kan ?


 
Apa yang membuat kita banyak dibenci ?


            Ada seorang wanita miskin yang pergi merantau ke kota. Meskipun ia miskin ia banyak disukai oleh orang-orang dikampungnya, karena ia baik hati, ramah, dan suka membantu banyak orang.

            Wanita itu ingin mengubah kehidupannya yang miskin tersebut, Ia berpikir, kalau ia bisa sukses dan kaya raya, Ia bisa membantu banyak orang dan disenangi oleh banyak orang.

            Wanita itu hanya mengandalkan ijazah SMA untuk mencari pekerjaan. Suatu hari saat wanita itu sedang berjalan mencari sebuah pekerjaan, ada seorang ibu-ibu yang keluar dari mobil, tiba-tiba dua orang pencopet mengambil tas yang dibawa oleh ibu-ibu tersebut.

            Tidak ada orang yang berani menolongnya. Dengan sigap wanita itu mengejar pencopet hingga sampai ke jalan buntu yang sempit. Kalian tahu? wanita tersebut ternyata jago bela diri. Ia menghajar ke dua pencopet itu hingga babak belur, dua pencopet itupun lari terbirit-birit.

“Ini bu, tas nya“ Wanita itu tersenyum dengan wajah yang ramah. Memberikan Tas yang baru diselamatkannya.
“Terima kasih nak, disini ada banyak barang-barang yang sangat berharga. Ibu tidak tahu harus berbuat apa jika barang-barang di dalam tas ini hilang “Ibu tersebut membalas senyum ramahnya.“ Oh iya, kamu sepertinya lagi mencari pekerjaan?“ Kata ibu itu.

            Wanita itu mengangguk. 

            Ternyata kebaikannya itu membawa dampak baik kepada dirinya. Ia bekerja disalah satu perusahaan milik ibu yang ditolongnya tersebut. Dan karena kebaikan hatinya dan kecantikannya pula ia dilamar oleh anak ibu itu.

            Singkat cerita Kehidupan wanita itu akhirnya menjadi kaya raya. Ia menjadi lupa tentang asal-usulnya di kampung. Wanita itu berubah 180 derajat, ia berjalan dengan sombong saat dikampungnya.

            Tapi sayang, kesombongannya tersebut malah mendapat kebencian dari banyak orang. Warga kampung yang dulunya suka kepada wanita itu berbalik memusuhinya. Meskipun wanita itu sudah menjadi kaya raya, kehidupannya tidak tenang. Tidak ada yang menyukainya karena kesombongannya itu.
Quote :
Sesukses dan sekaya apapun kita, Rendah hati tetaplah menjadi milik diri sampai mati.
 
Itulah #2 cerita motivasi diri dan Renungan hari ini Nantikan Cerita motivasi, Novel Motivasi, cerita inspirasi, cerita renungan yang lainnya. Jangan Lupa kirimkan komentar di bawah ini tapi jangan melakukan spam ya :) Jangan lupa juga berlangganan lewat email di form sebelah :)

Motivasi dan renungan lainnya baca disini

Profil Penulis ada disini 
Read More