loading...
8 Fakta Menarik Tentang Menara Eiffel Yang Akan Membuat Anda Terkejut

8 Fakta Menarik Tentang Menara Eiffel Yang Akan Membuat Anda Terkejut

12 Fakta Menarik Tentang Menara Eiffel Yang Akan Membuat Anda Terkejut - Hai sahabat segala fakta, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang 12 Fakta Menarik Tentang Menara Eifell yang akan membuat anda terkejut, penasaran? Yuk, langsung dibahas :

8 Fakta Menarik Tentang Menara Eiffel Yang Akan Membuat Anda Terkejut
8 Fakta Menarik Tentang Menara Eiffel Yang Akan Membuat Anda Terkejut


Menara Eiffel adalah menara yang pastinya dikenal hampir semua orang di seluruh dunia dan sangat populer. 

Berikut 12 Fakta Menarik Tentang Menara Eifeel yang akan membuat anda terkejut :

Fakta 1 ; Kejadian Unik

Ada kejadian unik yang pernah pernah terjadi di Menara Eifeel, dulu menara Eifell tidak dimaksudkan untuk dibuat sebagai bangunan permanen, karena dulu menara Eifell pernah dijual sebanyak 2 kali.

Fakta 2 : Sempat untuk dihancurkan

Menara Eifell pernah ingin dihancurkan, tetapi dipikirkan kembali untuk dibangun sebagai antena radio raksasa.

Fakta 3 : Hitler Naik Menara Eifell

Pada saat perang dunia kedua, Hitler ingin menaiki Menara Eifell kabel lift dipotong oleh orang-orang perancis yang cerdik sehingga Hitler harus menaiki tangga menara Eifell yang jumlah tangganya sebanyak 1.655.

Fakta 4 : Apakah spanyol Menyesal

Awalnya menara Eifell hendak dibangun di menara Spanyol, Barcelona. Rencana itu akhirnya ditolak, akankah spanyol menyesal?

Fakta 5 : Menara Eifell dinikahi

Dulu sempat viral tentang seorang wanita yang menikah Menara Eifell yaitu seorang wanita bernama Erika pada tahun 2007.

Fakta 6 : Replika Eifell

Ada 30 Replika Menara Eifell di seluruh dunia.

Fakta 7 : Hidup di Menara Eifell

8 Fakta Menarik Tentang Menara Eiffel Yang Akan Membuat Anda Terkejut
8 Fakta Menarik Tentang Menara Eiffel Yang Akan Membuat Anda Terkejut


Gustave Eiffel membuat apartemen di atas menara.

Fakta 8 :349 Kasus bunuh diri

Mereka tidak pernah terdengar tetapi jumlahnya juga tidak banyak. Telah dicatat bahwa hanya ada 349 kasus bunuh diri sejak hari pembukaan. Beberapa jumper, beberapa hanya menggantung dan yang lainnya tidak benar-benar mati.
Demikianlah 8 Fakta menarik tentang Menara Eifell. Baca juga artikel sebelumnya : 8 Fakta Menarik Taman Siswa Dalam Sudut Pandang Sejarah
Read More
8 Fakta Menarik Taman Siswa Dalam Sudut Pandang Sejarah

8 Fakta Menarik Taman Siswa Dalam Sudut Pandang Sejarah

8 Fakta Menarik Taman Siswa Dalam Sudut Pandang Sejarah – Hai sahabat Segala Fakta, Kali ini kita akan membahas tentang Fakta Menarik Taman Siswa dalam sudut pandang sejarah. Yuk, langsung dibaca :

8 Fakta Menarik Taman Siswa Dalam Sudut Pandang Sejarah
8 Fakta Menarik Taman Siswa Dalam Sudut Pandang Sejarah 


Fakta 1 : Sekembalinya dari tanah pengasingannya di Negeri Belanda (1919), Suwardi Suryaningrat memfokuskan perjuangannya dalam bidang pendidikan.

Fakta 2 : Pada tanggal 3 Juli 1922 Suwardi suryaningrat (Lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara) berhasil mendirikan perguruan Taman Siswa di Yogyakarta.

Fakta 3 : Dengan berdirinya Taman Siswa, Suwardi Suryaningrat memulai gerakan baru bukan lagi dalam bidang politik melainkan bidang pendidikan, yakni mendidik angkatan muda dengan jiwa kebangsaan Indonesia berdasarkan akar budaya bangsa.

Fakta 4 : Sekolah Taman Siswa dijadikan sarana untuk menyampaikan ideology nasionalisme kebudayaan, perkembangan politik, dan juga digunakan untuk mendidik calon-calon pemimpin bangsa yang akan datang.

Fakta 5 : Selain pengajaran bahasa (Baik bahasa asing maupun bahasa indonesia), pendidikan Taman Siswa juga memberikan pelarjaran sejarah, seni, sastra (Terutama sastra jawa dan wayang), agama, pendidikan jasmani, dan keterampilan (Pekerjaan tangan) merupakan kegiatan utama perguruan taman siswa.

Fakta 6 : Pendidikan Taman Siswaw dilakukan dengan istilah “Among” dengan pola belajar “Asah, asih dan asuh”.

Fakta 7 : Dalam ini diwajibkan bagi para guru untuk bersikpa dan berlaku “Sebagai pemimpin” yakni di depan memberi contoh, di tengah dapat memberikan motivasi, dan di belakang dapat memberikan pengawasan yang berpengaruh. Prinsip belajar inilah yang kemudian dikenal dengan pola kepemimpinan “Ing Ngarsa sung tulodho, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Pola kepemimpinan ini sampai sekarang masih menjadi ciri kepemimpinan nasional.

Fakta 8 : Berkat jasa dan perjuangannya yakni mencerdaskan kehidupan menuju Indonesia merdeka maka tanggal 2 Mei (Hari kelahiran Ki Hajar Dewantara) ditetapkan sebagai hari pendidikan nasional. Di Samping itu, “Tut wuri handayani” sebagai semboyan terpatri dalam lambang Departmen pendidikan Nasional.


Demikianlah 8 Fakta Menarik Taman Siswa Dalam Sudut Pandang Sejarah Semoga bermanfaat.

Read More
41 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Papua

41 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Papua


41 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Papua – Hai sahabat segala fakta, berikut ini kita akan membahas tentang Fakta menarik tentang kepercayaan yang Berkembang Pada Masyarakat Papua. Yuk dibaca :

41 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Papua
41 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Papua


Fakta 1 : Sebelum mengenal agama, masyarakat papua yang mendiami wilayah pantai utara Teluk Cenderawasih telah memiliki kepercayaan tentang jiwa dan roh.

Fakta 2 : Menurut kepercayaan asli, jiwa orang mati yang disebut foggumu (pikiran) akan melepaskan diri dari tubuh dan menjadi roh yang disebut kepka.

Fakta 3 : Dalam proses menjadi roh (kepka), ia berada di sekitar kediaman semasa hidup.

Fakta 4 : Itulah sebabnya keluarga yang ditinggalkan untuk sementara diasingkan dulu di dalam rumah agar tidak menulari masyarakat lainnya.

Fakta 5 : setelah terbebas dari ikatan dunia yang fana ini, roh kemudian pergi kea lam baka yang dipercayai berupa gunung bernama Tordongsau di dalam hutan rimba di hulu sungai.

Fakta 6 : Orang Bgu, salah satu penduduk asli papua juga mempercayai bahwa ada jiwa kedua yang disebut tnikenya, yang berarti anak.

Fakta 7 : Mereka juga mempercayai adanya roh yang baik dan roh yang jahat yang mendiami alam sekitarnya seperti : hutan, rawa, sungai dan sebagainya.

Fakta 8 : Semua roh tersebut disebut sepro.

Fakta 9 : Orang asmat yang merupakan suku masyarakat papua memiliki kepercayaan asli bahwa mereka merupakan keturunan dewa yang turun dari dunia gaib dari seberang laut di belakang ufu, tempat matahari terbenam.

Fakta 10 : Orang Asmat yang merupakan suku masyarkat papua meyakini bahwa dewa nenek moyang itu dahulu mendarat di bumi pada suatu tempat yang jauh di pegunungan.

Fakta 11 : Dalam perjalanan turun ke hilir, melalui banyak petualangan hingga sampailah ia di tempat yang kini didiami orang asmat.

Fakta 12 : Menurut mitologi yang berkembang dalam kehidupan suku asmat yang berdiam di teluk flamingo, nenek moyang mereka adalah dewa Fumeripits.

Fakta 13: Saat dewa Fumeripits menyusuri hulu sungai kea rah laut ia diserang oleh seekor buaya raksasa. Perahu lesung yang ia tumpangi tenggelam dan terjadi perkelahian sengit antara dewa Fumeripits dengan buaya raksasa tadi.

Fakta 14 : Dewa Fumeripits kembali dapat membunuh buaya tersebut. Kepala buaya dipenggal, badannya dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil dan dibuang ke semua penjuru mata angin. Potongan badan buaya tersebut diyakini menjadi nenek moyang suku-suku bangsa yang menjadi musuh orang asmat.

Fakta 15 : Konsep tradisional orang Amat tentang hidup di didasarkan pada keyakinan akan adanya suatu daerah di sebeerang ufuk. Apabila nenek moyang menghendaki kelanjutan keturunan mereka akan mengirimkan suatu roh tertentu ke bumi melalui seberkas sinar matahari yang jatuh persis di atas rumah tempat tinggal perempuan yang telah ditakdirkan menjadi ibu anak asal roh tadi.

Fakta 16 : Orang Asmat yakin bahwa lingkungan tempat tinggal mereka juga merupakan tempat tinggal roh. Menurut keyakinan orang asmat, roh dibagi menjadi dua golongan yaitu sbb :
- Yi-ow adalah roh nenek moyang yang bersifat baik, terutama bagi keturunannya. Roh Yi-Ow menjaga hutan sagu, danau, sungai yang penuh ikan, dan hutan-hutan yang penuh buruan. Orang Asmat melakukan hubungan dengan para yi-ow melalui upacara sesaji berulang yang dipimpin oleh Ndembrero atau pemuka upacara.
- Osbopan adalah roh jahat yang membawa penyakit dan bencana. Roh-roh osbopan selain dianggap menghuni beberapa jenis pohon tertentu, gua-gua yang dalam, batu-batu besar yang mempunyai bentuk khusus, diyakini juga hidup dalam tubuh jenis hewan-hewan tertentu. Untuk menghindari bencana atau penyakit, maka orang harus mengadakan upacara sesaji.

Fakta 17 : Orang asmat percaya bahwa manusia mempunyai paling sedikit enam jiwa yang menggerakkan beberapa bagian tubuh yang berlainan.

Fakta 18 : Dalam kepercayaaan orang Asmat berbagai macam penyakit muncul disebabkan jiwa dari bagian tubuh yang sakit tersebut pergi atau hilang. Oleh karena itu, untuk menyembuhkan penyakit, seorang dukun (name row) menggunakan cara mengupayakan atau membujuk jiwa yang pergi itu agar mau kembali ke tubuh si sakit. Apabila ternyata jiwa tersebut enggan kembali, maka si sakit akan meninggal.

Fakta 19 : Konsepsi religi orang Amat tentang mau adalah perginya satu atau beberapa jiwa manusia dan tidak kembali lahir.

Fakta 20 : Jiwa-jiwa yang membebaskan diri dari tubuh seseorang itu akan menjadi roh yang berkeliaran di sekitar tempat tinggal manusia. Setelah beberapa waktu tertentu roh akan pergi ke dunia roh di belakang ufuk dan hidup abadi atau setelah beberapa waktu kembali ke bumi dan hidup kembali ke dalam tubuh seorang bayi.

Fakta 21 : Upacara-upacara besar yang selalu berkaitan dengan penghormatan roh nenek moyang menurut kepercayaan orang asmat sebagai berikut :
1. Tsyimbu adalah upacara pembuatan dan pengukuhan perahu lesung
2. Yamasy Pokumbu adalah upacara perisai.
3. Mbipokkumbu adalah upacara topeng.
4. Mbismbu adalah upacara pembuatan mbis, yaitu patung berkuir nenek moyang yang mati dibunuh.
5. Yentpokmbu adalah uapcara pembuatan dan pengukuhan rumah yew.

Fakta 22 : Masyarakat suku dani di papua lebih suka disebut sebagai bangsa parim atau orang baliem.

Fakta 23 : Masyarakat suku dani di papu memiliki sikap sangat menghormati nenk moyangnya.

Fakta 24 : Penghormatan kepada nenek moyang pada suku dani dilakukan dengan melakukan upacara pesta babi.

Fakta 35 : Orang dani memiliki kepercayaan yang kuat bahwa nenk moyang mereka berasal dari daerah bumi seperti timur yang disebut Libarek.

Fakta 36 : Menurut mitologi suku dani, nenek moyang di Libarek berasal dari langit. Mereka berhubungan dengan bumi melalui tali langit. Akan tetapi, karena ada sebagain dari mereka yang sering mencuri babi maka tali langit tersebut diputus dan mereka harus tinggal di bumi, dan bekerja keras menanam hipare (sejenis ubi jalara yang besar) dan beternak babi.

Fakta 37 : Orang suku dani mempercayai adanya roh, yaitu roh laki-laki (suagi ayoka) dan roh perempuan (suangi hosile) Roh-roh itu menitis pada tumbuhan dan hewan serta benda-benda lainnya. Roh orang mati setelah meninggalkan tubuhnya tinggal di hutan.

Fakta 38 : Suku Dani mempercayai Atou, yaitu kekuatan sakit yang berasal dari nenek moyang yang diturunkan kepada anak laki-lakinya. Kekuatan sakit tersebut antara lain berupa : Kekuatan menjaga kebun, kekuatan menyembuhkan penyakit dan menolak bala, dan kekuatanmenyubururkan tanah.

Fakta 39 : Untuk menghormati nenek moyang suku Dani membuat lambang-lambang nenek moyang yang disebut Kaneka. Lambang ini terbuat dari batu keramat berbentuk lonjong yang diasah sampai mengkilat.

Fakta 40 : Di samping penghormatan terhadap nenek moyang, orang dan di Papua juga melaksanakan upacara sebagai berikut :
1. Siklus kehidupan yang menyangkut kelahiran, inisiasi, perkawinan dan kematian.
2. Soal kehidupan yang menyangkut penyakit dan peperangan.

Fakta 41 : Wanita suku dani menutupi tubuhnya dengan lumpur ketika salah satu anggota keluarganya meninggal. Hal itu bertujuan untuk menghindari dari roh-roh dan aroma kematian yang melekat di tubuhnya.

Demikianlah 41 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Papua. Semoga bermanfaat.

Read More
27 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan yang Berkembang Pada Masyarakat Jawa

27 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan yang Berkembang Pada Masyarakat Jawa

27 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan yang Berkembang Pada Masyarakat Jawa – Hai sahabat segala fakta, kali ini kita akan membahas tentang Fakta Menarik dari kepercayaan yang berkembang pada Masyarakat Jawa.

27 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan yang Berkembang Pada Masyarakat Jawa
27 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan yang Berkembang Pada Masyarakat Jawa. Foto : Akarasa.com


Fakta 1  : Jauh sebelum agama menjadi bagian dari sistem religi masyarakat jawa, mereka telah mengenal adanya kepercayaan kuno yang berkaitan dengan kekuatan-kekuatan yang melebihi segala kekuatan yang disebut kasekten.

Fakta 2 : Adanya kepercayaan mengenai roh leluhur atau arwah, dan makhluk halus seperti : lelembut, memedi, tuyul, demit, jin dan lainnya yang menempati alam sekitar tempat tinggal mereka.

Fakta 3 : Menurut kepercayaan adat jawa, makhluk-makhluk halus dapat mendatangkan kebahagiaan dan dapat pula mengakibatkan bencana.

Fakta 4 : Agar kehidupan manusia jauh dari bencana maka perlu melakukan sesuatu, misaln : prihatin, berpuasa,, berpantang, melakukan perbuatan tertentu atau makan makanan tertentu, mengadakan selamatan, dan bersaji.

Fakta 5 : Selamatan adalah suatu upacara makan bersama setelah makanan didoakan sebelum dibagi-bagikan.

Fakta 6 : Upacara selamatan pada umumnya dipimpin oleh seorang modin.

Fakta 7 : Upacara selamatan dapat diklasifikasikan menjadi empat golongan sesuai dengan peristiwa atau kejadian dalam kehidupan seseorang, yaitu sebagai berikut :
- Selamatan dalam rangka lingkaran hidup seseorang, misal : Mitoni (Upacara hamil tujuh bulan pada kehamilan anak pertama), kelahiran bayi, potong rambut pertama, bayi menyentuh tanah yang pertama (Upacara tedhak siten), kematina dan sebagainya.
- Selamatan yang bertalian dengaan bersih dan desa, penggarapan, tanah pertanian, dan stelah panen.
- Selamatan berhubungan dengan hari-hari serta bulan-bulan besar.
- Selamatan pada saat yang tidak menentu, bergantung pada suatu kejadian, misalnya akan bepergian, menolak bala (ngruwat).

Fakta 8 : Dari macam-macam selamatan tersebut yang mendapat perhatian paling besar dari berbagai lapisan masyarakat jawa adalah upacara yang berkaitan dengan kematian dan sesudahnya, karena masyarakat adat jawa sangat menghormati arwah leluhurnya.

Fakta 9 : SSelamatan yang berkaitan dengan kematian meliputi : selamatan saat kematian (Geblak), nelung dina (tiga hari setelah kematian), tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari atau nyatus, setahun atau pendhak sepian, dua tahun atau pendhak pindho, dan seribu hari atau nyewu.

Fakta 10 : Seribu hari atau nyewu merupakan penutup dari rangkaian upacara kematian seseorang.

Fakta 11 : Upacara seribu hari atau sedekah nyewu sering disebut sebagai upacara nguwis-uwisi.

Fakta 12 : Setelah menyelenggarakan selamatan, masyarakat adat jawa mengenal adanya bersaji, yait membuat sesajen pada waktu-waktu yang biasa diletakkan di berbagai tempat tertentu, misaln : di perempatan jalan, di sudut rumah, di sumber air, di jembatan, dan di tempat yang dianggap keramat.

Fakta 13 : Sesaji pada umumnya dilakukan saat orang mempunyai hajatan.

Fakta 14 : Sesaji bisa berupa: tiga macam bunga disebut bunga telon berisi mawar, kantil dan kenanga, uang logam recehan, dan kue apem (terbuat dari tepung beras mirip kue serabi) yang semuanya diletakkan di besek kecil atau rangkaian bilah bamboo segi empat yang disebut encek.

Fakta 15 : Juga ditaruh di dalam rangkain tempat dari daun pisang yang disebut takir.

Fakta 16 : Hari-hari khusus yang biasa dibuat sesaji adalah setiap malam jum’at (khususnya malam jum’at kliwon dan malam selasa kliwon).

Fakta 17 : Malam jum’at kliwon dan malam selasa kliwon dianggap sebagai hari-hari keramat. Pada hari-hari tersebut dibuat sesaji sederhana berupa bunga tiga macam (bunga telon) dimasukkan ke dalam gleas berisi air, diberi pelita kecil dan saat meletakkan diadakan pembakaran kemenyan atau dikutugi.

Fakta 18 : Masyarakat adat jawa juga mempercayai adanya kekuatan-kekuatan gaib yang disebut kasekten yang dituukan pada benda-benda pusaka seperti keris dan alat music jawa (gamelan).

Fakta 19 : Di samping itu, masyarakat adat jawa mengenal adanya upacara ruwatan sebagai penolak bala.

Fakta 20 : Masyarakat jawa mempercayai adanya tokoh pewayangan Batara Kala yang mengancam keselamatan orang-orang yang dianggap membawa sial (sukerta) dan perlu diruwat agar terhindar dari sukerta tAnersebut.

Fakta 21 : Adapun orang-orang yang membawa sukerta, antara lain :
- Anak tungggal disebut ontang-anting.
- anak dua, laki-laki dan perempuan disebut kedono-kedini.
- Anak dua, perempuan semua disebut kembang sepasang.
- anak lima, laki-laki semua disebut pandhawa
- anak tiga, dua perempuan dan satu laki-laki berada di tengah disebut pancuran karit sendhang
- anak tiga, dua laki-laki dan satu perempuan ditengah disebut sendang kapit pancuran

Fakta 22 : Upacara ngruwat tersebut pada umumnya dipimpin oleh seorang dalang tua yang biasa memainkan pertunjukan wayang kulit.

Fakta 23 : Upacara ngruwat dilakukan dengan menggelar pertunjukan wayang kulit yang berlangsung pada siang hari dan secara singkat, dengan cerita “Murwakala.”

Fakta 24 : Pada zaman sekarang ini upacara ngruwat sering dilakukan secara kolektif dan dimanfaatkan sebagai salah satu even budaya penarik parawisata.

Demikanlah 27 Fakta kepercayaan yang berkembang pada masyarakat jawa. Semoga dapat menambah wawasan anda.

Read More
9 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Makassar

9 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Makassar


9 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Makassar – Hai SAhabat Segala Fakta, Kali ini kita akan membahas tentang Fakta Menarik Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Makassar. Langsung dibaca yuk :

9 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Makassar
9 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan Yang Berkembang Pada Masyarakat Makassar. Foto : CoretanZone.id


Fakta 1 : Masyarakat ada Makassar sebelum mengenal agama, telah mengenal adanya kepercayaan tentang dewa-dewa, diantaranya : Dewa sere’a, Dewa dunia, Dewa paratiwi.

Fakta 2 : Dewa Sere’a (dewa langit) diyakini merupukan dewa tertinggi yang bersemayam di Boting langit (Langit tertinggi).Pemujaan terhadap dewa langit dilakukan di bagian atas rumah atau sambulayang dengan upacara abbuak.

Fakta 3 : Dewa dunia diyakini oleh masyarakat Makassar adalah dewa yang bertugas mengatur dunia. Pemujaan terhadap dewa dunia diakukan di tiang tengah rumah atau pocci balla, sedangkan upacaranya disebut attoana.

Fakta 4 : Dewa Paratiwi, diyakini oleh masyarakat Makassar adalah dewa yang bersemayam di bawah laut atau sungai (uruliyu). Pemujaan terhadap dewa paratiwi dilakukan di laut atau di sungai.

Fakta 5 : Oleh karena itu masyarakat adat Makkasar memiliki kebiasaan membangun rmah dengan tiga tingkat, karena bisa dimanfaatkan oleh menyelenggarakan upacara-upcara adat.

Fakta 6 : Di Samping percaya kepada dewa-dewa, masyarakat adat Makassar mempercayai adanya makhluk-makhluk halus yang menghuni pohon-pohon, batu-batu besar, dan tempat-tempat yang dikeramatkan.

Fakta 7 : Masyarakat makkasar juga mempercayai adanya benda-benda yang memiliki kekuatan gaib atau jimat.

Fakta 8 : Mereka juga mempercayai bahwa gerak tertentu pada hewan maupun tumbuhan dapat ditafsirkan untuk memperoleh maknanya, misal sebagai pertanda akan terjadinya sesuatu peristiwa.

Fakta 9 : Masyarakat adat juga mempercayai adanya hari baik dan hari buruk, sehingga penyelanggaraan sesuatu upacara atau kegiatan besar harus diperhitungkan pemilihan waktunya.

Demikianlah 9 Fakta Menarik Tentang Kepercayaan yang berkembang pada masyarakat Makkasar. Semoga dapat menambah wawasan anda.

Read More

KOMENTAR TERBARU

loading...