Postingan Terunggul Hari Ini

4 Pilihan Dalam Berkehidupan

4 pilihan dalam berkehidupan : Ada 4 Pilihan dalam berkehidupan, kamu bisa pilih salah satunya, atau lebih dari itu : 1. Dengan kedudukan Ja...

Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Fakta Tentang Galau Dan Fakta Tentang Cara Meningkatkan Bahagia

Fakta Tentang Galau Dan Fakta Tentang Cara Meningkatkan Bahagia

Fakta Tentang Galau Dan Fakta Tentang Cara Meningkatkan Bahagia - Mari singkirkan galau dan mari kita ciptakan bahagia :

Jangan lupa baca artikel sebelumnya : 20 Fakta Sepak Bola Yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Quotes :

Jangan mau galau terus, capek bego', hidup tidak sedrama itu. Coba jalani dengan gagah berani, perbanyak motivasi, pelajari juga agama, bahwa hidup bukan hanya di dunia. Tidak perlu terlalu antusias, cukup sekedarnya, tak perlu pula iri dengan kehidupan orang lain, itu milik mereka, milikmu juga pasti ada, tak usah melirak-lirik, fokus ke hidupmu saja, perbanyak berbagi/sedekah, dengan demikian selain menambah rasa cinta-Nya, semoga juga bisa terus menambah bahagia.

.

- FB : Ai En Yu

Berbicara tentang galau nih, di blog kita SEGALA FAKTA ini bagaimana kalau kita membahas tentang fakta galau dan fakta tentang meningkatkan bahagia yuk.

Berikut ini pembahasannya :

*FAKTA GALAU :

Fakta 1. Galau adalah perasaan dimana sedih, gelisah dan kacau yang disebabkan oleh beberapa faktor, baik dari segi ekonomi, cinta, pendidikan dan lain sebagainya.

Fakta 2. Stress akibat galau dapat mengurangi vitamin dan nutrisi dalam tubuh.

Fakta 3. Saat galau diperlukan asupan nutrisi dari sayuran dan buahan agar bisa meredakannya.

Fakta 4. Saat galau seseorang bisa merespon lebih lambat karena galau mempengaruhi kinerja otak, sehingga otak mengalami penuruan kinerja.

Fakta 5. Galau juga bisa menyebabkan seseorang menyimpang, sebab dengan galau seseorang jadi malas untuk melakukan apa saja termasuk melakukan ibadah.

Fakta 6. Galau juga bisa berdampak negatif untuk kesehatan, misal sebab galau seseorang jadi malas makan sehingga akan membuatnya sakit.

YUK KAWAN, SUDAHI GALAUMU. 

Sekarang kita bahas tentang Fakta Cara mengatasi galau.

1. Menambah motivasi.

Dengan menambah motivasi kamu bisa menyingkirkan rasa galau. Tonton video yang mengajak untuk semangat, baca motivasi atau dengarkan motivasi, renungkan setiap ucapan mereka, lantas terapkan ke dalam diri.

2. Pergi jalan-jalan

Coba tinggalkan HP, lantas kembali ke dunia nyata, pergi jalan-jalan, kemana saja, ke hutan, ke sawah, atau ke tempat wisata, biasanya efektif untuk mengatasi galau.

3. Berbagi atau sedekah

Dalam agama tentu kita dianjurkan untuk rajin sedekah atau berbagi, tentu dengan pahala kita menjadi bahagia karena. Tapi lebih dari itu, kalau kita melihat dari sisi psikologisnya dengan berbagi atau sedekah tentu dapat membuat kita bahagia, misal kita melihat orang lain tertawa atau tersenyum saat kita membagikan sesuatu kepada mereka, atau ada rasa kepuasan tersendiri, membuat diri kita merasa lebih berguna dengan berbagi sehingga rasa galaunya bisa menghilang.

Nah, itu dia fakta tentang galau dan fakta tentang meningkatkan bahagia, teman-teman sendiri bagaimana, ada tips lain agar bisa mengatasi galau? Kalau ada dishare di kolom komentar ya.

Read More
Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya

Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya

Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya - Zaman Semakin maju, Banyak dari orang-orang tengah berlomba-lomba untuk Menciptakan sebuah karya. Ada motivasi sendiri-sendiri mengapa diantara mereka ingin menciptakan sebuah karya, seperti ingin kaya, ingin terkenal atau hanya hiburan semata. Tak terlepas dari hal tersebut, kadangkala semangat dalam berkarya menurun karena beberapa hal. Salah satu cara untuk kembali membakar semangat kita berkarya adalah Tontonan. Tontonan yang tepat akan kembali membangkitkan semangat berkarya kita. Berikut Segalafakta membahas tontonan apa saja yang Mampu membakar semangat kita untuk terus berkarya :

Baca Juga artikel sebelumnya : 28 Fakta Lebanon Yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya
Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya


1. Got Talent Show

Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya
Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya


Acara Yang mencari Talenta-talenta berbakat ini akan mampu membakar semangat kita untuk berkarya. Menonton orang-orang berbakat yang begitu mencengangkan, begitu hebat, membuat kita ingin seperti mereka.

2. Film-Film

Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya
Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya :: Sumber Foto : KeywordSuggest.org


Film-Film disini bukan tentang Sinetron yang menampilkan tentang cinta-cintaan (Menurut saya itu terlalu lebay, tidak ada faedahnya), ada banyak film yang menampilkan cerita tentang cinta, akan tetapi film-film ini begitu menguras kekaguman, karena biasanya film-film ini diangkat dari novel-novel terkenal. Dengan suksesnya penulis dari film tersebut , akan menyentuh hati kita untuk ingin berkarya seperti mereka, membuat terbakarnya semangat berkarya.

3. Video Klip

Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya
Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya ::Sumber Foto : http://www.motivationalvideoclip.com


Mendengarkan Lagu mampu membuat kita semangat, apalagi ditambah video klipnya yang memotivasi. Biasanya menonton Klip dari orang-orang hebat yang telah go international akan membuat kita ingin juga berkarya seperti mereka

4. Acara wawancara Orang berbakat

Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya
Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya


Ada banyak acara tentang wawancara orang-orang berbakat, orang-orang menginspirasi, seperti halnya hitam-putih : Disini sering sekali mengundang orang-orang berbakat dan menginspirasi. Dengan menonton acara seperti ini membuat terbakarnya semangat kita untuk ikutan berkarya.

5. Anime

Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya
Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya ::: Sumber Foto : www.nypl.org


Menonton anime menurut saya juga mampu membakar semangat untuk berkarya, seperti anime naruto, dragon ball dan one piece. Betapa piawainya penulis mengarang cerita dan menjadikannya tontonan mengagumkan tentu saja membuat kita ingin seperti mereka. Dengan begini kita juga ingin mencoba untuk menciptakan cerita imajinasi sendiri.


Demikianlah Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya. Jika orang lain bisa berkarya, mengapa tidak dengan kita? Pilihlah hobi dan teruslah tekuni :)

Tag: Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya, Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya, Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya, Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya, Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya, Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya, Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya,Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya,Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya, Tontonan Yang Mampu Membakar Semangat Untuk Terus Berkarya
Read More
Motivasi : 2 PEKERJA BERBEDA YANG DIRASAKAN

Motivasi : 2 PEKERJA BERBEDA YANG DIRASAKAN

2 PEKERJA BERBEDA YANG DIRASAKAN
           

            Tersebutlah seorang kaya raya di suatu tempat, ia begitu rajin untuk bekerja. Hari-harinya dipenuhi target-target dan target. Kehidupannya selalu dipenuhi dengan hal-hal mewah, mobil, rumah, makanan. Hidupnya kebanyakan habis di kantor, dikelilingi dengan desingnya suara komputer, dan berisiknya suara kendaraan yang berlalu lalang.

            Kehidupannya sangatlah menyenangkan bagi orang yang melihatnya, namun tidak dengan apa yang ia rasakan. Ia lelah dengan semua itu. Ia sebenarnya ingin bebas, tak mau terbelenggu dengan semua pekerjaan itu.

            Di lain tempat, di sebuah desa, ada seorang petani yang hidupnya sederhana. Hari-harinya juga sibuk bekerja, mencangkul, menyiangi rumput dan menanam biji-bijian. Hidupnya dikelilingi oleh udara segar, angin sepoi-sepoi, kicauan burung dan indahnya panorama alam. Petani itu bahagia sekali dengan kehidupannya.

            Diantara 2 contoh di atas, menurut anda apa yang menyebabkan kedua orang itu berbeda, mengapa orang kaya bekerja dikantoran hidupnya bisa menyebalkan, sedangkan si petani hidupnya bahagia? Coba tebak, apakah menurut anda karena si pekerja kantor tidak hidup bebas, sedangkan si petani hidup di alam bebas yang menyenangkan?

            Itu semua salah, kunci kebahagiaan si petani adalah ‘pikirannya’.

            Yah, pikiran adalah hal yang ajaib sekali, pikiran dapat membuat sesuatu yang manis menjadi pahit dan dapat pula membuat yang pahit menjadi manis
.
            Sebenarnya pemain pertama yang bekerja di kantor hidupnya sudah sangat menyenangkan, siapa yang tidak mau hidup kaya, serba kecukupan. Namun orang itu pemikirannya tidak mengarah ke sisi baiknya, ia hanya sibuk memikirkan ke arah buruknya.

            Hidup memang begitu, ketika kita sibuk memikirkan hal buruk, maka yang buruklah yang akan nampak, namun ketika kita fokus ke arah yang menyenangkan, keluarga, teman dan lain sebagainya, maka yang baguslah yang akan nampak.

            Kita tidak akan bisa menikmati hasil yang kita dapat, pabila pikiran kita sibuk mengarah ke sesuatu yang belum kita dapat.

            Dr. Samuel Johnson mengatakan “Kebiasaan melihat sisi baik dari semua peristiwa, jauh lebih berharga daripada mendapatkan penghasilan seribu pounsterling dalam setahun”.

Quote

“Pikirkan hal baik, maka yang baik akan menampakkan diri”



Read More
Motivasi : GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN

Motivasi : GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN

MOTIVASI : GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN

GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN
GANTUNGKAN HARAPAN DAN PERCAYALAH PADA KESEMPATAN


            Kehilangan harapan lebih menyiksa daripada kehilangan seseorang ataupun kehilangan harta benda, harapan merupakan salah satu kunci agar kita terus bangkit dan semangat, harapan membuat kita terus berkeinginan untuk tidak berhenti dalam menggapai impian, seorang yang kaya raya ataupun seorang raja dan ratu hidupnya akan menderita kalau kehilangan harapan. Sebaliknya, seorang yang miskin tetap akan bahagia jika masih ada harapan di dalam dirinya.

            Tentu saja bukan harapan yang berlebihan, ketika kita menanam sebuah biji, kita tentu berharap agar bisa memanennya. Ketika kita sekolah tentu saja kita berharap agar bisa mendapatkan pengetahuan dan kedepannya bisa berguna bagi orang lain, serta mendapatkan pekerjaan yang layak, namun kalau harapan terlalu berlebihan resikonya membuat stress diri kita.

            Harapan seperti air hujan yang menetes ke tanah tandus, dia memberikan kesegaran pada tanah tandus tesebut. Ketika kita bersedih, harapan kita tentu saja semoga itu akan menjadi kekuatan dan Allah memberikan kita pahala dibaliknya, dengan harapan itu kita bisa menjadi lebih segar dalam menjalani kehidupan.

            Harapan juga seperti akar, dia mengokohkan. Ketika kita mengalami kegagalan, harapan kita semoga saja kedepannya bisa mendapatkan keberhasilan, dengan dengan begitu kita bisa lebih kuat menghadapinya.

            Ketika kita masih berpegang pada Allah, gantungkan harapan pada-Nya harapan untuk kekuatan dan kebaikan, ketika harapana tersebut tidak tercapai, bersabar. Allah lebih tahu yang tebaik untuk kita, bukan?

            Selain harapan, percaya pada kesempatan juga merupakan salah satu pendorong supaya hidup kita terus bersemangat.

            Saya pernah mengatakan bahwa selama kita hidup kesempatan akan selalu ada, kesempatan untuk memperbaiki diri, kesempatan untuk berkarya, kesempatan untuk mengejar mimpi. Tuhan akan terus memberikan kesempatan untuk hamba-Nya agar terus berubah dari hal buruknya. Tuhan memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk meningkatkan derajatnya sendiri, dengan usahanya sendiri. Sebenarnya Tuhan sudah sangat baik, ketika kita hidup, kesempatan akan selalu ada dan kesempatan tersebut akan dihentikan sampai Tuhan bilang “STOP” pada nyawa kita.

            Harapan dan kesempatan adalah dua hal yang perlu kita yakini, harapan akan membuat kita terus semangat, dan percaya bahwa adanya kesempatan akan membuat kita tidak takut untuk berubah.

Quote:

“Harapan itu menyegarkan dan menguatkan kalau tidak berlebihan, sedangkan percaya pada kesempatan akan membuat kita bangkit lagi.”

INDRA SAPUTRA - BUKU SUGESTI PIKIRAN KE 2


Baca Juga : 


Read More
3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi

3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi

3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi - Hai sahabat Blogger jemo lintank, bagaimana kabar anda hari ini? Semoga sehat berenergi yah hehe.. Setelah sebelumnya saya memposting 3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan. Sekarang Admin memposting 3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi. Sejujurnya cerita ini telah admin posting pada tahun 2013 yang lalu, tapi sekarang diperbarui agar bisa menjadi bahan renungan dan inspirasi untuk yang belum pernah membacanya.

Berikut 3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi :

3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi
3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi


  • Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang pertama


Kisah Dua Tukang Sol Sepatu 

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
 
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
 
Ditengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukang sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
 
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
 
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
 
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
 
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
 
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
 
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
 
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
 
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
 
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.


  • Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Kedua

Sebatang Pohon vs Pemuda Jenuh

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

========================================

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!



  • Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang ketiga

Gara-gara Rayap? Yang Bener?

Dikisahkan dua orang laki-laki bekerja keras membuat sebuah perahu. Ketika sedang sibuk bekerja mereka berdua menemukan rayap disebuah papan. Salah seorang dari mereka kemudian ingin membuang papan itu tapi temannya melarang. Dia berkata, ”kenapa papan ini dibuang? Kan sayang. Lagipula tidak ada masalah. Cuma kena rayap sedikit saja.”

Karena tidak ingin mengecewakan temannya, papan yang ada rayapnya pun digunakan untuk membuat perahu. Selang beberapa hari, perahu pun selesai dan sudah bisa digunakan untuk melayari lautan.

Tapi beberapa tahun kemudian, rayap-rayap itu ternyata bertelur dan menetas. Rayap-rayap itu kemudian menggerogoti kayu kapal. Bahkan rayap-rayap itu menyebar kemana-mana hingga memakan kayu yang ada di lambung kapal.

Kapal terus digunakan dan tak seorang pun sadar hingga akhirnya, kayu-kayu perahu itu pun mulai keropos. Dan, ketika dihantam oleh ombak besar, air berhasil menembus masuk dari celah-celah dan lubang-lubang kayu.

Karena hujan juga sering turun dengan deras, para awak perahu tidak mampu lagi menguras air yang masuk ke dalam perahu sehingga akhirnya perahu itu karam. Di dalamnya terdapat barang-barang berharga dan nyawa manusia.

Sahabatku, Kalau saja kita sadar bahwa malapetaka besar ini sebenarnya berasal dari hal yang remeh dan tidak berharga seperti papan yang sudah kena rayap. Kalau saja ketika membuat perahu dahulu papan itu dibuang, tentu saja malapetaka ini bisa dicegah.

Dan, begitulah kalau pada kenyataannya kita sering tidak sadar kalau perbuatan-perbuatan kesalahan kecil dan remeh yang kita lakukan kadang-kadang justru malah menimbulkan malapetaka besar.

orang arif bijak pernah berkata :"Berhati-hatilah dan berhematlah atas pengeluaran-pengeluaran kecil. kebocoran kecil bisa mengaramkan kapal."

Demikianlah 3 Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi hari ini.. Nantikan terus Cerita-cerita menarik di blogger jemo lintank yah :)

Tag : Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang,Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang, Cerita Yang dapat dijadikan bahan Renungan dan Inspirasi Yang
Read More
3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan

3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan



3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan -Siapa yang tak kenal dengan Aa' Gym. Yan Gymnastiar atau lebih dikenal sebagai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku, pengusaha dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung. Ada banyak sekali masyarakat yang menyukai dakwah dari beliau. Berikut Blogger jemo lintank memposting 3 Nasehat siraman kalbu dari Aa' Gym yang baik untuk bahan renungan.

3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan
3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan


Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan Yang pertama:

Bersandar Hanya Kepada Allah

Tiada keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini bahwa memang Allah-lah yang menguasai segala-galanya; mutlak, tidak ada satu celah pun yang luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput dari genggaman Allah. Total, sempurna, segala-galanya Allah yang membuat, Allah yang mengurus, Allah yang menguasai.

Adapun kita, manusia, diberi kebebasan untuk memilih, "Faalhamaha fujuraha wataqwaaha", "Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan". Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata kita termasuk berkelakuan buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih menjadi buruk, naudzubillah.

Sedangkan keberuntungan bagi orang-orang yang bersandarnya kepada Allah mengakibatkan dunia ini, atau siapapun, terlampau kecil untuk menjadi sandaran baginya. Sebab, seseorang yang bersandar pada sebuah tiang akan sangat takut tiangnya diambil, karena dia akan terguling, akan terjatuh. Bersandar kepada sebuah kursi, takut kursinya diambil. Begitulah orang-orang yang panik dalam kehidupan ini karena dia bersandar kepada kedudukannya, bersandar kepada hartanya, bersandar kepada penghasilannya, bersandar kepada kekuatan fisiknya, bersandar kepada depositonya, atau sandaran-sandaran yang lainnya.

Padahal, semua yang kita sandari sangat mudah bagi Allah (mengatakan ‘sangat mudah’ juga ini terlalu kurang etis), atau akan ‘sangat mudah sekali’ bagi Allah mengambil apa saja yang kita sandari. Namun, andaikata kita hanya bersandar kepada Allah yang menguasai setiap kejadian, "laa khaufun alaihim walahum yahjanun’, kita tidak pernah akan panik, Insya Allah.

Jabatan diambil, tak masalah, karena jaminan dari Allah tidak tergantung jabatan, kedudukan di kantor, di kampus, tapi kedudukan itu malah memperbudak diri kita, bahkan tidak jarang menjerumuskan dan menghinakan kita. kita lihat banyak orang terpuruk hina karena jabatannya. Maka, kalau kita bergantung pada kedudukan atau jabatan, kita akan takut kehilangannya. Akibatnya, kita akan berusaha mati-matian untuk mengamankannya dan terkadang sikap kita jadi jauh dari kearifan.

Tapi bagi orang yang bersandar kepada Allah dengan ikhlas, ‘ya silahkan ... Buat apa bagi saya jabatan, kalau jabatan itu tidak mendekatkan kepada Allah, tidak membuat saya terhormat dalam pandangan Allah?’ tidak apa-apa jabatan kita kecil dalam pandangan manusia, tapi besar dalam pandangan Allah karena kita dapat mempertanggungjawabkannya. Tidak apa-apa kita tidak mendapatkan pujian, penghormatan dari makhluk, tapi mendapat penghormatan yang besar dari Allah SWT. Percayalah walaupun kita punya gaji 10 juta, tidak sulit bagi Allah sehingga kita punya kebutuhan 12 juta. Kita punya gaji 15 juta, tapi oleh Allah diberi penyakit seharga 16 juta, sudah tekor itu.

Oleh karena itu, jangan bersandar kepada gaji atau pula bersandar kepada tabungan. Punya tabungan uang, mudah bagi Allah untuk mengambilnya. Cukup saja dibuat urusan sehingga kita harus mengganti dan lebih besar dari tabungan kita. Demi Allah, tidak ada yang harus kita gantungi selain hanya Allah saja. Punya bapak seorang pejabat, punya kekuasaan, mudah bagi Allah untuk memberikan penyakit yang membuat bapak kita tidak bisa melakukan apapun, sehingga jabatannya harus segera digantikan.

Punya suami gagah perkasa. Begitu kokohnya, lalu kita merasa aman dengan bersandar kepadanya, apa sulitnya bagi Allah membuat sang suami muntaber, akan sangat sulit berkelahi atau beladiri dalam keadaan muntaber. Atau Allah mengirimkan nyamuk Aides Aigepty betina, lalu menggigitnya sehingga terjangkit demam berdarah, maka lemahlah dirinya. Jangankan untuk membela orang lain, membela dirinya sendiri juga sudah sulit, walaupun ia seorang jago beladiri karate.

Otak cerdas, tidak layak membuat kita bergantung pada otak kita. Cukup dengan kepleset menginjak kulit pisang kemudian terjatuh dengan kepala bagian belakang membentur tembok, bisa geger otak, koma, bahkan mati.

Semakin kita bergantung pada sesuatu, semakin diperbudak. Oleh karena itu, para istri jangan terlalu bergantung pada suami. Karena suami bukanlah pemberi rizki, suami hanya salah satu jalan rizki dari Allah, suami setiap saat bisa tidak berdaya. Suami pergi ke kanotr, maka hendaknya istri menitipkannya kepada Allah.

"Wahai Allah, Engkaulah penguasa suami saya. Titip matanya agar terkendali, titip hartanya andai ada jatah rizki yang halal berkah bagi kami, tuntun supaya ia bisa ikhtiar di jalan-Mu, hingga berjumpa dengan keadaan jatah rizkinya yang barokah, tapi kalau tidak ada jatah rizkinya, tolong diadakan ya Allah, karena Engkaulah yang Maha Pembuka dan Penutup rizki, jadikan pekerjaannya menjadi amal shaleh."

Insya Allah suami pergei bekerja di back up oleh do’a sang istri, subhanallah. Sebuah keluarga yang sungguh-sungguh menyandarkan dirinya hanya kepada Allah. "Wamayatawakkalalallah fahuwa hasbu", (QS. At Thalaq [65] : 3). Yang hatinya bulat tanpa ada celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun ; Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, maka bakal dicukupi segala kebutuhannya. Allah Maha Pencemburu pada hambanya yang bergantung kepada makhluk, apalagi bergantung pada benda-benda mati. Mana mungkin? Sedangkan setiap makhluk ada dalam kekuasaan Allah. "Innallaaha ala kulli sai in kadir".

Oleh karena itu, harus bagi kita untuk terus menerus meminimalkan penggantungan. Karena makin banyak bergantung, siap-siap saja makin banyak kecewa. Sebab yang kita gantungi, "Lahaula wala quwata illa billaah" (tiada daya dan kekuatan yang dimilikinya kecuali atas kehendak Allah). Maka, sudah seharusnya hanya kepada Allah sajalah kita menggantungkan, kita menyandarkan segala sesuatu, dan sekali-kali tidak kepada yang lain, Insya Allah.


Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan Yang kedua:

Belajar Dari Wajah

Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.

Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.

Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.

Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.

Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.

Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.

Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.

Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.

Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.

Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!

Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***


Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan Yang ketiga :

Al Waliyyu


Bismillahhirrahmaanirrahiim,
Semoga Allah yang Maha Menatap, mengkaruniakan kepada kita nikmatnya berlindung hanya kepada Allah, amannya berlindung hanya kepada Allah, karena yang membuat kita gelisah adalah ketika kita berlindung selain kepada Allah.

Al-Walliyyu makna dasarnya menurut Prof. Dr. Quraish Syihab yaitu dekat, kemudian muncul makna-makna baru yaitu pendukung, pembela, pelindung, yang mencintai, yang lebih utama, dll.

Seperti tertera dalam Al-Qur'an "Allah pelindung orang yang beriman yang mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya iman".

Perlindungan Allah yang paling penting adalah diberi keteguhan iman. Perlindungan Allah yang paling besar adalah diberi kekuatan iman. Makin kuat iman, kita mau diapa-apakan tidak masalah. Jadi kalau ingin diberi perlindungan Allah yang paling kokoh adalah minta diberi kekuatan iman dan minta diteguhkan. Akal kita dicerdaskan juga dapat merupakan perlindungan Allah sehingga kita bisa bertemu dengan perlindungan Allah.

Perlindungan Allah itu bermacam-macam, contohnya pada Perang Badar, bukan hanya pasukan malaikat saja yang turun tetapi musuh juga jadi terlihat sedikit dimata kaum muslimin.

Musuh terbesar bagi kita adalah bukan makhluk, karena itu hanya alat, musuh besar kita adalah setan dan kawan-kawannya. Hal yang paling berbahaya bagi kita adalah bukan orang lain tetapi sikap kita sendiri. Sedangkan kalau tidak ada musuh tidak akan seru. Maka orang-orang yang berlindung kepada Allah pasti memuaskan dan nikmat, karena perlindungan Allah itu spektrumnya sangat luas, bisa terdeteksi bisa juga tidak terdeteksi oleh akal kita. Tidak ada yang tidak masuk akal, tetapi akal kita yang tidak sampai. Titipkan istri atau suami masing-masing kepada Allah. Dengan mengamalkan doa "Hasbunallah wani'malwakil Ni'malmaula wani'mal nashir". Dengan mengamalkan doa ini dan meyakini bahwa semua makhluk itu milik Allah. Dengan Allah-lah urusan kita serahkan. Berdiri, duduk dan berbaring ingat kepada Allah karena semuanya milik Allah. Sesuai dengan kisah Nabi Muhammad SAW ketika diancam untuk dibunuh dengan pedang terhunus, kata yang keluar dari mulut Beliau adalah "Aku berlindung kepada Allah".

Ini adalah ilmu hati, berbeda lagi dengan ilmu akal dan ilmu fisik, karena nanti kita tidak bisa mati konyol karena hanya yakin. Ini adalah jalan syariat untuk tidak konyol.

Tidak boleh keyakinan melemahkan ikhtiar, tidak boleh kegigihan ikhtiar memperlemah keyakinan. Jadi lakukanlah ikhtiar; tubuh 100% bersimbah keringat terus berbuat all out, otak peras sesuai teknologi yang paling mutakhir saat ini. Kita tidak bisa konyol dengan hanya membawa panah melawan peluru. Ilmu hatinya sudah benar dengan keyakinan tetapi sunnatullahnya adalah kecepatan peluru lebih daripada panah, hal ini harus diakali. Berbeda dengan zaman Rasul atau sudah tidak ada peluang.

Sebuah kisah meriwayatkan ketika Rasulullah hijrah dan berdoa di goa Tur, sahabat Abu Bakar merasa gentar, jawaban Rasul adalah "Jangan sedih sesungguhnya Allah bersama kita".

Jadi kita sempurnakan syariat, tubuh harus dimaksimalkan, otak juga. Dua-duanya akan menjadi ibadah. Tidak masalah jika kita mati terbunuh. Tidak ada yang kalah kecuali orang yang kurang iman.  Kemenangan dan kekalahan hanya dipergilirkan. Mudah-mudahan kejadian di Palestina dan Amerika membuat kita semakin mantap untuk meyakini kebenaran.

Walhamdulillahirobbil'alamiin.


Demikianlah 3 Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan. Semoga bermanfaat.


Tag : Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan
Read More