Postingan Terunggul Hari Ini

4 Pilihan Dalam Berkehidupan

4 pilihan dalam berkehidupan : Ada 4 Pilihan dalam berkehidupan, kamu bisa pilih salah satunya, atau lebih dari itu : 1. Dengan kedudukan Ja...

Perkembangan Budaya Bacson, Hoa-Bihn, Dongson, dan India


Perkembangan Budaya Bacson, Hoa-Bihn, Dongson, dan India – Hai sahabat segala fakta, artikel kali ini akan membahas tentang Perkembangan Budaya Bacson, Hoa-Bihn dan Donson. Yuk dibaca :

Perkembangan Budaya Bacson, Hoa-Bihn, Dongson, dan India
Perkembangan Budaya Bacson, Hoa-Bihn, Dongson, dan India, Sumber Foto : Nyontek.net



1. Budaya Bacson, Hoa-Bihn, Dongson

Pada zaman pra sejarah daerah kawasan Asia Tenggara merupakan satu kesatuan daerah kebudayaan, yaitu jenis kebudayaan batu muda (Neolitikum) dengan pusatnya di Bacson dan Hoa-Bihn, dan jenis kebudayaan perunggu dengan pusat di Dongson.

Kebudayaan Neolith dari Bacson dan Hoa-Bihn ini sisa-sisanya banyak dijumpai dalam bentuk kapak lonjong dan kapak persegi, pebble (Kapak sumatera) dan kapak genggam, termasuk juga dalam bentuk perhiasan-perhiasan dari jenis batu indah. Kebudayaan ini oleh Madame Madelene Colani, seorang ahli pra sejarah prancis dinamakan kebudayaan Bacson Hoa-Bihn. Disebut demikian karena pusat perkembangannya terutama di daerah bacson-Hoa-Bihn, Tonkin. Penyelidikan menunjukkan bahwa di daerah tersebut diduga merupakan pusat kebudayaan hidup menetap (Mesolitikum) Asia tenggara, dan dari situ tersebar ke berbagai jurusan.

Kecuali hasil kebudayaan,, banyak pula ditemukan tulang-belulang manusia. Ternyata bahwa pada waktu itu Tonkin didiami terutama oleh dua golongan bangsa, yaitu jenis ras papua Melanesoid dan jenis Europaeid. Di samping itu, ada pula jenis ras mongoloid dan Austroloid. Ras Papu Melanesoid ini mempunyai penyebaran yang paling luas di daerah selatan, yakni di Hindia belakang, Nusantara, sampai di pulau-pulau lautan Teduh. Bangsa inilah yang berkebudayaan alat-alat Mesolitikum yang belum diasah (pebbles), sedangkan kecakapan mengasah (Pro neolitikum) rupa-rupanya hasil pengaruh dari ras mongoloid yang sudah lebih tinggi peradabannya.

Sejalan dengan persebaran ras Melanesoid ke wilayah selatan, Maka kebudayaan Neolith ini pun terbawa pula sehingga sisa alat-alat ini banyak diketemukan di kepulauan Nusantara, Filipina, Formusa, Melanesia, Micronesia, dan kepualaun di lautan teduh. Demikian juga kebudayaan perunggu dari Dongson, sisa-sisanya pun yang berupa : Nekara, Bejana perunggu, kapak corong,Moko dn sebagainya banyak dijumpai di Asia tenggara termasuk di Indonesia. Oleh para ahli pra sejarah disebut Kebudayaan Dongson karena penemu pertama kali kebudayaan tersebut ialah Dong So’n, yakni annam utara, Indonesia cina.

Mengenai umur kebudayaan dongson, Semula Victor Goloubew (Penyelidik pertama) berpendapat bahwa kebudayaan perunggu itu berkembang sejak abad pertama S M. Pendapatnya berdasarkan atas penemuan berbagai mata uang Tionghoa zaman Han sekitar tahun 100 sebelum Masehi (SM) yang didapatkan di kuburan-kuburan di Dongson. Anehnya, di situ juga ditemukan nekara-nekara tiruan kecil, dari perunggu pula. Rupa-rupanya nekara-nekara kecil itu diberikan kepada orang yang meninggal sebagai bawaan ke akherat. Tentu saja nekara tiruan itu dibuatnya lama sesudah nekara betulan ada. Kalau nekara bekal mayat itu sama umurnya dengan mata uang zaman Han, bekal mayat juga : maka nekara harus sudah dibua sebelum tahun 100 SM. Maka menurut Von Heine Geldern kebudayaan Dongson itu paling muda berasal dari tahun 300 SM. Dongson yang ternyata tidak ada persamaanya dengan hiasan-hiasan cina pada zaman Han.

Seperti telah dikemukakan di atas, kebudayaan Mesolitikum di negeri kita asalnya dari daerah Bascon Habinh. Akan tetapi, di sana tidak ditemukan flakes, sedangkan dari abris sous roche banyak sekali flakes itu. Demikian pula di pulau Luzon (Pilipina) ditemukan flakes, sehingga dapat diambil kesimpulan bahw akebudayaan flakes datangnya dari daratan asiamelalui jepang, formusa dan Pilipina. Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa di sumatera timur, malaaysia barat, dan hindia belakang tidak juga ditemukan flakes. Maka rupanya di jawa dan Sulawesi bertemulah dua macam aliran kebudayaan Mesolitikum itu, yakni:

a. Kebudayaan Bascon Hoabinh dengan pebble dan alat-alatnya dari tulang yang datang melalui jalan barat, dan
b. Kebudayaan flakes yang datangnya melalui jalan timur.

Perkembangan Budaya Bacson, Hoa-Bihn, Dongson, dan India

2. Budaya india

Kehidupan masyarakat Indonesia menjelang pengaruh budaya india, masyarakat telah memiliki tata kehidupan yang teratur dan kebudayaan yang cukup tinggi.

Masyarakat telah mengenal bercocok tanam; Pelayaran dengan perahu bercadik; penguasaan pengetahuan perbintangan (astronomi) baik untuk keperluan berlayar maupun bertani, yakni dengan penentuan tanam yang tepat.

Pola kehidupan dengan rumah panggung, telahdibuatnya bangunan-bangunan dari batu besar (Megalith) memiliki kepercayaan animism (Kepercayaan benda memiliki kekuatan gaib) sebagai suatu ciri masyarakat yang telah memiliki kebudayaan yang tinggi. Nenek moyang kita telah mengenal pula kepandaian menenun, membuat pakaian dari serat atau kulit kayu dan dalam bidang kesenian telah mampu membuat barang-barang dari batu dan perunggu, dengan nilai seni yang tinggi.
Di samping itu, masyarakat awal Indonesia telah memiliki masyarakat yang teratur dengan kelompok suku, mengenal pemujaan terhadap roh nenek moyang, mengenal teknik perundagian dan terkenal sebagai bangsa pelaut yang ulung.

Dengan demikian, ketika budaya India masuk ke Indonesia pada awal tarikh masehi lewat hubungan perdagangan, dengan mudah masyarakat awal indonesia dapat menerima budaya india tersebut. Unsur-unsur budaya india berpengaruh dalam berbagai bidang, terutama bidang politik (pemerintahan), sosial,seni dan budaya serta agama.

Demikianlah Perkembangan Budaya Bacson, Hoa-Bihn, Dongson, dan India. Semoga Bermanfaat.

Silahkan Masukkan Email anda Untuk Update Fakta Lainnya:

0 Response to "Perkembangan Budaya Bacson, Hoa-Bihn, Dongson, dan India"

Post a Comment

Tolong Jangan Melakukan SPAM ya.
KOMENTARLAH SESUAI ARTIKEL DI ATAS :)

TERIMA KASIH
ADMIN
INDRA SAPUTRA