Postingan Terunggul Hari Ini

4 Pilihan Dalam Berkehidupan

4 pilihan dalam berkehidupan : Ada 4 Pilihan dalam berkehidupan, kamu bisa pilih salah satunya, atau lebih dari itu : 1. Dengan kedudukan Ja...

Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial

Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial - Setelah barusan kita membahas tentang Pengertian penyimpangan sosial. Kali ini kita membahas Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial.

Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial
Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial


Dalam masyarakat luas, kita bisa menyaksikan berbagai macam perilaku menyimpang. Berikut ini diuraikan beberapa contoh perilaku menyimpang antara lain penyalahgunaan narkotika, perkelahian pelajar, dan perilaku seksual di luar nikah.

1. Penyalahgunaan Narkotika

Penyalahgunaan narkotikan merupakan salah satu bentuk-bentuk Perilaku penyimpangan sosial. Penggunaan narkotika di bidang kedokteran, penelitan, dan pengembangan dapat memberikan manfaat bagi manusia. Akan tetapi, sekelompok orang telah memakai zat tersebut tidak pada tempatnya. zat yang semestinya dipakai orang sakit untuk mengurangi rasa sakit, dipergunakan oleh orang yang secara jasmani sehat untuk mengurangi tingkat kesadaran. Dewasa in i masalah ectacy sedang menjadi berita hangat di berbagai media massa. Zat yang mulanya digunakan utnuk merasangsang gerak orang-orang yang berpenyakit lumpuh,  dipakai untuk merasangsang daya tahan melakukan gerakan, misalnya dalam berdisko.

Ada berbagai alasan seseorang menyalahgunakan Narkotika. Ada yang ingin mengurangi atau menghilangkan rasa takut, ada yang ingin menghilangkan rasa malu, ada yang ingin melupakan kesulitan masalah hidup sehari-hari, ada pula yang hanya coba-coba atau ikut-ikutan. Kelompok usia remaja merupakan kelompok yang paling rawan terpengaruh untuk ikut melakukan penyalahgunaan narkotika, karena kelompok usia remaja biasanya memiliki rasa pikir mengenai tanggung jawab masa depan dan tidak kritis terhadap kepentingan para pengedar narkotika. Pengedar narkotika selalu berusah memperluas pasaran atau konsumen bisnis mereka agar dapat menarik keuntungan yang besar tanpa memperdulikan keadaan konsumennya.

Penggunaan narkotika atau sejenisnya bila dilakukan sesuai aturan dan dosis dapat bermanfaat sesuai tujuan.  Penggunaan yang tidak pada tempatnya dan dengan dosis yang melampaui ukuran, akan menimbulkan akibat negatif yang berbeda-beda sesuai dengan jenis, frekuensi, kuantitas, dan kualitasnya. Pemakaian beberapa jenis narkotika, pada tingkat dan waktu tertentu akan menimbulkan ketergantungan pada narkotika itu. Penggunaan estacy, pada tingkat dan waktu tertentu akan merusak jaringan syaraf pemakainya.

2. Perkelahian Pelajar

Perkelahian antar pelajar juga salah satu bentu-bentuk penyimpangan sosial. Perkelahian antarpelajar yang dikenal dengan istilah tawuran (bahasa jawa) merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang. Perkelahian satu lawan satu tidak mendatangkan akibat luas. Pada beberapa bagian masyarakat dianggap sebagi sportivitas dan kejantanan.

Umumny atawuran diawali oleh konfik antara dua orang pelajar atau beberapa orang yang beralainan sekolah. Adanya rasa solidarita kelompok dalam sekolah masing-masing, membuatnya meluas menjadi konflik pelajar antarsekolah. Motivasi atau alasan peserta tawuran biasanya juga berbeda-beda. Ada yang ingin menunjukkan keberanian di depan kawan-kawannya, ada yang ikut karena tidak ingi disebut tidak solider, atau penakut. Ketidakikut sertaan dalam tauean bisa menyebabkan seseorang disebut tidak solider atau penakut,dan akan menurukan penilaian kawan-kawan terhadapnya. Seorang sisea yang merupakan tertuduh pembunuhan dalam suatu tawuran di jakarta mengaku ikut tawuran karen tidak ingin disebut katro oleh teman-teman sekolahnya.

Tawuran menjadi masalah yang cukup serius karena peserta tawuran cenderung mengabaikan norma-norma yang ada, membabi buta, melibatkan korban yang tidak bersalah, dan merusak benda yang berada di dekatnya. Akibatnya, tawuran mendatangkan bentuk penyimpangan lain seperti pengrusakan. Penganiayaan, dan bahkan pembunuhan.

3. Perilaku Seksual di luar nikah

Perilaku seksual diluar nikah Juga merupakan bentuk-bentuk penyimpangan sosial.  Naluri seksual merupakan anugerah tuhan bagi manusia. Dengan adanya naluri seksual, eksistensi (keberadaan) manusia bisa berlangsung terus karena kehidupan seseorang akan terus dilanjutkan oleh keturunannya. Akan tetapi, naluri seksual yang dilakukan tanpa tata aturan akan mendatangkan kekacauan di dalam masyarakat. Beberapa kekacauan itu antara lain, berjangkitnya penyakit kelamin, perkelahian dan kesulitan penentuan ayah seorang anak. Oleh sebab itu, sejak dulu manusia telah membuat perangkat tata nilai dan norma-norma, baik dalam agama, adat-istiadat, maupun hukum tertulis yang mengatur hubungan  perilaku seksual, agar fungsi reproduksi manusia dapat berlangsung tanpa mengganggu ketertiban sosial. Pada setiap masyarakat, keabsahan hubungan seksual dibuat melalui pernikahan.

Hubungan seksual di luar pernikahan, dalam masyarakat indonesia dianggap sebagai pelanggaran norma. Di dalam Agama islam disebut zinah dan harus mendaptkan hukuman berat. Begitu juga dalam hukum adat beberapa daerah. Pelakunya dianggak telah menodai  nama baik keluarga dan seluruh masyarakat dilingkungan itu. Wanita yang telah melakukan hubungan seksual di luar nikah, umumnya merasa was-was dan ketakutan menghadapi masa depannya. Jika ia hamil karena hubungan di luar nikah, seluruh anggora masyarakat yang lain dan bahkan keluarganya akan mencemooh, mengunjingkannya, dan bila bertemu  akan memandang dengan jijik.


Kalangan remaja yang kurang mendapat bekal moral dan agama yang kuat serta kurang mempertimbakan akibat-akiba negatif penyimpangan sosial ini, bisa terpengaruh oleh sajian media massa yang mempertunjukkan pola perilaku remaja-remaja negara-negara barat yang dikemas dengan menarik dan merangsang.  Tidak diungkapkan bahwa perilaku penyimpangan seksual  telah mendatangkan bencana di dunia. Berbagai penyakit kelamin telah  menyebar ke seluruh dunia. Bencana akibat penyimpangan seksual yang paling mengerikan belakang ini ialah penyakit AIDS

Tag : Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial, Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial, Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial, Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial, Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial, Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial, Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial, Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial, Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial, Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial

Silahkan Masukkan Email anda Untuk Update Fakta Lainnya:

0 Response to "Bentuk-Bentuk Perilaku Penyimpangan Sosial"

Post a Comment

Tolong Jangan Melakukan SPAM ya.
KOMENTARLAH SESUAI ARTIKEL DI ATAS :)

TERIMA KASIH
ADMIN
INDRA SAPUTRA