Postingan Terunggul Hari Ini

4 Pilihan Dalam Berkehidupan

4 pilihan dalam berkehidupan : Ada 4 Pilihan dalam berkehidupan, kamu bisa pilih salah satunya, atau lebih dari itu : 1. Dengan kedudukan Ja...

Showing posts with label kata-kata. Show all posts
Showing posts with label kata-kata. Show all posts
3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan

3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan



3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan -Siapa yang tak kenal dengan Aa' Gym. Yan Gymnastiar atau lebih dikenal sebagai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku, pengusaha dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung. Ada banyak sekali masyarakat yang menyukai dakwah dari beliau. Berikut Blogger jemo lintank memposting 3 Nasehat siraman kalbu dari Aa' Gym yang baik untuk bahan renungan.

3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan
3 Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan


Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan Yang pertama:

Bersandar Hanya Kepada Allah

Tiada keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini bahwa memang Allah-lah yang menguasai segala-galanya; mutlak, tidak ada satu celah pun yang luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput dari genggaman Allah. Total, sempurna, segala-galanya Allah yang membuat, Allah yang mengurus, Allah yang menguasai.

Adapun kita, manusia, diberi kebebasan untuk memilih, "Faalhamaha fujuraha wataqwaaha", "Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan". Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata kita termasuk berkelakuan buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih menjadi buruk, naudzubillah.

Sedangkan keberuntungan bagi orang-orang yang bersandarnya kepada Allah mengakibatkan dunia ini, atau siapapun, terlampau kecil untuk menjadi sandaran baginya. Sebab, seseorang yang bersandar pada sebuah tiang akan sangat takut tiangnya diambil, karena dia akan terguling, akan terjatuh. Bersandar kepada sebuah kursi, takut kursinya diambil. Begitulah orang-orang yang panik dalam kehidupan ini karena dia bersandar kepada kedudukannya, bersandar kepada hartanya, bersandar kepada penghasilannya, bersandar kepada kekuatan fisiknya, bersandar kepada depositonya, atau sandaran-sandaran yang lainnya.

Padahal, semua yang kita sandari sangat mudah bagi Allah (mengatakan ‘sangat mudah’ juga ini terlalu kurang etis), atau akan ‘sangat mudah sekali’ bagi Allah mengambil apa saja yang kita sandari. Namun, andaikata kita hanya bersandar kepada Allah yang menguasai setiap kejadian, "laa khaufun alaihim walahum yahjanun’, kita tidak pernah akan panik, Insya Allah.

Jabatan diambil, tak masalah, karena jaminan dari Allah tidak tergantung jabatan, kedudukan di kantor, di kampus, tapi kedudukan itu malah memperbudak diri kita, bahkan tidak jarang menjerumuskan dan menghinakan kita. kita lihat banyak orang terpuruk hina karena jabatannya. Maka, kalau kita bergantung pada kedudukan atau jabatan, kita akan takut kehilangannya. Akibatnya, kita akan berusaha mati-matian untuk mengamankannya dan terkadang sikap kita jadi jauh dari kearifan.

Tapi bagi orang yang bersandar kepada Allah dengan ikhlas, ‘ya silahkan ... Buat apa bagi saya jabatan, kalau jabatan itu tidak mendekatkan kepada Allah, tidak membuat saya terhormat dalam pandangan Allah?’ tidak apa-apa jabatan kita kecil dalam pandangan manusia, tapi besar dalam pandangan Allah karena kita dapat mempertanggungjawabkannya. Tidak apa-apa kita tidak mendapatkan pujian, penghormatan dari makhluk, tapi mendapat penghormatan yang besar dari Allah SWT. Percayalah walaupun kita punya gaji 10 juta, tidak sulit bagi Allah sehingga kita punya kebutuhan 12 juta. Kita punya gaji 15 juta, tapi oleh Allah diberi penyakit seharga 16 juta, sudah tekor itu.

Oleh karena itu, jangan bersandar kepada gaji atau pula bersandar kepada tabungan. Punya tabungan uang, mudah bagi Allah untuk mengambilnya. Cukup saja dibuat urusan sehingga kita harus mengganti dan lebih besar dari tabungan kita. Demi Allah, tidak ada yang harus kita gantungi selain hanya Allah saja. Punya bapak seorang pejabat, punya kekuasaan, mudah bagi Allah untuk memberikan penyakit yang membuat bapak kita tidak bisa melakukan apapun, sehingga jabatannya harus segera digantikan.

Punya suami gagah perkasa. Begitu kokohnya, lalu kita merasa aman dengan bersandar kepadanya, apa sulitnya bagi Allah membuat sang suami muntaber, akan sangat sulit berkelahi atau beladiri dalam keadaan muntaber. Atau Allah mengirimkan nyamuk Aides Aigepty betina, lalu menggigitnya sehingga terjangkit demam berdarah, maka lemahlah dirinya. Jangankan untuk membela orang lain, membela dirinya sendiri juga sudah sulit, walaupun ia seorang jago beladiri karate.

Otak cerdas, tidak layak membuat kita bergantung pada otak kita. Cukup dengan kepleset menginjak kulit pisang kemudian terjatuh dengan kepala bagian belakang membentur tembok, bisa geger otak, koma, bahkan mati.

Semakin kita bergantung pada sesuatu, semakin diperbudak. Oleh karena itu, para istri jangan terlalu bergantung pada suami. Karena suami bukanlah pemberi rizki, suami hanya salah satu jalan rizki dari Allah, suami setiap saat bisa tidak berdaya. Suami pergi ke kanotr, maka hendaknya istri menitipkannya kepada Allah.

"Wahai Allah, Engkaulah penguasa suami saya. Titip matanya agar terkendali, titip hartanya andai ada jatah rizki yang halal berkah bagi kami, tuntun supaya ia bisa ikhtiar di jalan-Mu, hingga berjumpa dengan keadaan jatah rizkinya yang barokah, tapi kalau tidak ada jatah rizkinya, tolong diadakan ya Allah, karena Engkaulah yang Maha Pembuka dan Penutup rizki, jadikan pekerjaannya menjadi amal shaleh."

Insya Allah suami pergei bekerja di back up oleh do’a sang istri, subhanallah. Sebuah keluarga yang sungguh-sungguh menyandarkan dirinya hanya kepada Allah. "Wamayatawakkalalallah fahuwa hasbu", (QS. At Thalaq [65] : 3). Yang hatinya bulat tanpa ada celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun ; Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, maka bakal dicukupi segala kebutuhannya. Allah Maha Pencemburu pada hambanya yang bergantung kepada makhluk, apalagi bergantung pada benda-benda mati. Mana mungkin? Sedangkan setiap makhluk ada dalam kekuasaan Allah. "Innallaaha ala kulli sai in kadir".

Oleh karena itu, harus bagi kita untuk terus menerus meminimalkan penggantungan. Karena makin banyak bergantung, siap-siap saja makin banyak kecewa. Sebab yang kita gantungi, "Lahaula wala quwata illa billaah" (tiada daya dan kekuatan yang dimilikinya kecuali atas kehendak Allah). Maka, sudah seharusnya hanya kepada Allah sajalah kita menggantungkan, kita menyandarkan segala sesuatu, dan sekali-kali tidak kepada yang lain, Insya Allah.


Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan Yang kedua:

Belajar Dari Wajah

Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.

Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.

Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.

Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.

Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.

Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.

Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.

Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.

Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.

Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!

Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***


Nasehat Siraman kalbu dari Aa’ Gym yang baik untuk bahan Renungan Yang ketiga :

Al Waliyyu


Bismillahhirrahmaanirrahiim,
Semoga Allah yang Maha Menatap, mengkaruniakan kepada kita nikmatnya berlindung hanya kepada Allah, amannya berlindung hanya kepada Allah, karena yang membuat kita gelisah adalah ketika kita berlindung selain kepada Allah.

Al-Walliyyu makna dasarnya menurut Prof. Dr. Quraish Syihab yaitu dekat, kemudian muncul makna-makna baru yaitu pendukung, pembela, pelindung, yang mencintai, yang lebih utama, dll.

Seperti tertera dalam Al-Qur'an "Allah pelindung orang yang beriman yang mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya iman".

Perlindungan Allah yang paling penting adalah diberi keteguhan iman. Perlindungan Allah yang paling besar adalah diberi kekuatan iman. Makin kuat iman, kita mau diapa-apakan tidak masalah. Jadi kalau ingin diberi perlindungan Allah yang paling kokoh adalah minta diberi kekuatan iman dan minta diteguhkan. Akal kita dicerdaskan juga dapat merupakan perlindungan Allah sehingga kita bisa bertemu dengan perlindungan Allah.

Perlindungan Allah itu bermacam-macam, contohnya pada Perang Badar, bukan hanya pasukan malaikat saja yang turun tetapi musuh juga jadi terlihat sedikit dimata kaum muslimin.

Musuh terbesar bagi kita adalah bukan makhluk, karena itu hanya alat, musuh besar kita adalah setan dan kawan-kawannya. Hal yang paling berbahaya bagi kita adalah bukan orang lain tetapi sikap kita sendiri. Sedangkan kalau tidak ada musuh tidak akan seru. Maka orang-orang yang berlindung kepada Allah pasti memuaskan dan nikmat, karena perlindungan Allah itu spektrumnya sangat luas, bisa terdeteksi bisa juga tidak terdeteksi oleh akal kita. Tidak ada yang tidak masuk akal, tetapi akal kita yang tidak sampai. Titipkan istri atau suami masing-masing kepada Allah. Dengan mengamalkan doa "Hasbunallah wani'malwakil Ni'malmaula wani'mal nashir". Dengan mengamalkan doa ini dan meyakini bahwa semua makhluk itu milik Allah. Dengan Allah-lah urusan kita serahkan. Berdiri, duduk dan berbaring ingat kepada Allah karena semuanya milik Allah. Sesuai dengan kisah Nabi Muhammad SAW ketika diancam untuk dibunuh dengan pedang terhunus, kata yang keluar dari mulut Beliau adalah "Aku berlindung kepada Allah".

Ini adalah ilmu hati, berbeda lagi dengan ilmu akal dan ilmu fisik, karena nanti kita tidak bisa mati konyol karena hanya yakin. Ini adalah jalan syariat untuk tidak konyol.

Tidak boleh keyakinan melemahkan ikhtiar, tidak boleh kegigihan ikhtiar memperlemah keyakinan. Jadi lakukanlah ikhtiar; tubuh 100% bersimbah keringat terus berbuat all out, otak peras sesuai teknologi yang paling mutakhir saat ini. Kita tidak bisa konyol dengan hanya membawa panah melawan peluru. Ilmu hatinya sudah benar dengan keyakinan tetapi sunnatullahnya adalah kecepatan peluru lebih daripada panah, hal ini harus diakali. Berbeda dengan zaman Rasul atau sudah tidak ada peluang.

Sebuah kisah meriwayatkan ketika Rasulullah hijrah dan berdoa di goa Tur, sahabat Abu Bakar merasa gentar, jawaban Rasul adalah "Jangan sedih sesungguhnya Allah bersama kita".

Jadi kita sempurnakan syariat, tubuh harus dimaksimalkan, otak juga. Dua-duanya akan menjadi ibadah. Tidak masalah jika kita mati terbunuh. Tidak ada yang kalah kecuali orang yang kurang iman.  Kemenangan dan kekalahan hanya dipergilirkan. Mudah-mudahan kejadian di Palestina dan Amerika membuat kita semakin mantap untuk meyakini kebenaran.

Walhamdulillahirobbil'alamiin.


Demikianlah 3 Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan. Semoga bermanfaat.


Tag : Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan¸ Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan, Nasehat Aa’ Gym yang baik untuk bahan renungan
Read More
10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia

10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia



10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia -  Setiap perkataan dan perbuatan orang-orang besar akan menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat, ada banyak kata-kata bijak yang mereka lontarkan agar menjadi pelajaran buat kita, namun juga ada banyak kata-kata yang tidak sesuai yang mereka lontarkan.

Berikut 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia :
"Perlu diketahui bahwa pemerintahan adalah memerintah hukum, bukannya memerintah manusia.." – Quote David Hume, kritikus
Penjelasan : Ini kata-kata yang begitu bagus sekali menurut saya, memang sering kita melihat bahwa pemimpin malah seakan menjadi raja, menyuruh si A begini, menyuruh si B begitu, sampai dia lupa bahwa mereka telah mengatur manusia bukannya mengatur hukum

"Orang bebas yang korup adalah budak yang paling busuk" – Quote David Garrick, Aktor inggris
Penjelasan : Seharusnya bagi koruptor sadar bahwa perbuatan-perbuatan mereka itu begitu menjijikkan, bahkan lebih menjijikkan dari budak yang paling busuk. Semoga saja banyak yang sadar dengan perkataan ini.

"Dalam memperlakukan orang lain, sebaiknya berlaku sebagaimana orang lain ingin memperlakukan kita" – Quote Diogenes Laertius, Penuls biografi
Penjelasan : Terang saja, kita mesti memperlakukan orang lain, layaknya kita ingin diperlakukan orang lain dengan begitu kita tidak akan menjadi seorang yang egois.

"Cinta bisa melakukan apa saja, kecuali menghidupkan si mati"– Quote Emily Dickinson, Penyair Amerika
Penjelasan : Cinta mampu melakukan apapun, membuat yang lemah menjadi kuat, membuat yang lelah menjadi semangat, namun ketika ditinggalkan mati, kita harus mengikhlaskan.

"Tak seorangpun benar-benar bebas. Ia selalu menjadi budak, entah kekayaan, nasib, hukum atau budak pengaruh orang lain hingga ia tak bisa menentukan kehendaknya sendiri"– Qoute Enripidies, Penulis tragedy Yunani
Penjelasan : Iya, kita memang terkekang oleh keinginan-keinginan, itu sama saja berarti kita menjadi budak. Kita akan benar-benar bebas kalau kita tidak terkekang oleh semua hal yang ada dalam hidup.
"Setiap hari, dengan apa saja yang ada, saya  merasa menjadi lebih dan lebih baik". – Quote Emile Coue, Ahli terapi.
Penjelasan : Kebaikan atau keburukan yang  kita temui setiap harinya selalu saja memberi pelajaran, itulah cara agar kita menjadi terus lebih baik.
"Setiap perang adalah perang saudara, sebab segenap umat manusia itu bersaudara" – Quote Francois De Salignac, Penulis prancis.
Penjelasan : Jelas sekali bukan, semua orang terlahir dari nabi adam dan hawa, itu berarti kita semua bersaudara.
"Semua berlalu dan lenyap. Hanya kesenian yang akan terus menyertai kita" – Quote Henri Austin Dobson, Penyair inggris
Penjelasan : Layaknya tulisan, tulisan tidak akan pernah hilang walaupun kita sudah tidak ada lagi di dunia, itulah cara mengukir sejarah yang kekal.
"Lebih baik sepuluh penjahat minggat dari penjara daripada satu orang yang tak bersalah menderita"- Quote Sir William Blackstone, Penulis inggris
Penjelasan : Keadilan, begitu penting keadilan, jangan sampai menyiksa orang yang tidak bersalah, bukan hanya keresahan yang didapatkan, tapi juga di akhirat kelak mesti dipertanggung jawabkan.
"Semakin banyak daging akan semakin banyak cacing. Semakin kaya, akan semakin khawatir. Semakin banyak pelayan wanita, akan semakin banyak godaan seks, semakin banyak budak, akan semakin banyak pemberontakan." – Quote Hillel, Rabi Yahudi
 Penjelasan : Begitu indahnya kesederhanaan, sehingga hidup kita tidak tersiksa.

Itulah 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, Semoga bermanfaat.

Tag : 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Or10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh duniaang besar di Seluruh dunia, 10 Quote Orang-Orang besar di Seluruh dunia,
Read More
Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi

Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi

Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi - Ahmad Fuadi adalah Penulis, novelis, dan social entrepreneur. Novel perdananya Negeri 5 Menara mencetak rekor penjualan bagi penerbit Gramedia Pustaka Utama untuk 37 tahun. Negeri 5 Menara adalah satu dari trilogi Negeri 5 Menara, yang kemudian diikuti oleh Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara. Buku Negeri 5 Menara diadaptasi menjadi film layar lebar dan menjadi salah satu film yang paling banyak ditonton pada 2012. Fuadi juga dikenal atas prestasi akademiknya dengan menerima sembilan beasiswa di luar negeri. 

Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi
Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi

Berikut  Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi 


"Man jadda wajada
Siapa yang bersungguh - sungguh, akan berhasil"
— Ahmad Fuadi

"Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)) 

"Karena yang membatasi kita atas dan bawah hanyalah tanah dan langit."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1))  

"Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)) 

"Jangan berharap dunia yang berubah, tapi diri kita lah yang harus berubah. Ingat anak-anakku, Allah berfirman, Dia tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, sampai kaum itu sendirilah yang melakukan perubahan. Kalau kalian mau sesuatu dan ingin menjadi sesuatu, jangan hanya bermimpi dan berdoa, tapi berbuatlah, berubahlah, lakukan saat ini. Sekarang juga!"
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)) 

"Pasang niat kuat, berusaha keras dan berdoa khusyuk, lambat laun, apa yang kalian perjuangkan akan berhasil. Ini sunatullah-hukum Tuhan."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)) 

"Rugi kalau stress, mending kita bekerja keras. Wali kelasku pernah memberi motivasi yang sangat mengena di hati. Katanya, kalau ingin sukses dan berprestasi dalam bidang apa pun, maka lakukanlah dengan prinsip 'saajtahidu fauzq mustawa al-akhar'. Bahwa aku akan berjuang dengan usaha di atas rata-rata yang dilakukan orang lain."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1))  

"Dulu kami tidak takut bermimpi, walau sejujurnya juga tidak tahu bagaimana merealisasikannya. Tapi lihatlah hari ini. Setelah kami mengerahkan segala ikhtiar dan menggenapkan dengan doa, Tuhan mengirim benua impian ke pelukan masing-masing. Kun fayakun, maka semula awan impian, kini hidup yang nyata. Kami berenam telah berada di lima negara yang berbeda. Di lima menara impian kami. Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar"
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)) 

"Man thalabal 'ula sahiral layali
Siapa yang ingin mendapatkan kemuliaan maka bekerjalah sampai larut malam"
— Ahmad Fuadi 

"Hidup sekali hiduplah yang berarti"
— Ahmad Fuadi 

"Resep lainnya adalah tidak pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur di luar diri kalian. Oleh siapa pun, apa pun, dan suasana bagaimana pun. Artinya, jangan mau sedih, marah, kecewa, dan takut karena ada faktor luar. Kalianlah yang berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar. Kalian punya pilihan di lapisan diri kalian paling dalam, dan itu tidak ada hubungannya dengan pengaruh luar."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1))  

"Merantaulah, kau akan mendapat pengganti kerabat dan teman. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. (Imam Syafii)"
— Ahmad Fuadi (Rantau 1 Muara (Negeri 5 Menara, #3)) 

"Inti hidup itu adalah kombinasi niat ikhlas, kerja keras, doa dan tawakkal. Ikhlaskan semuanya, sehingga tidak ada kepentingan apa-apa selain ibadah. Kalau tidak ada kepentingan, kan seharusnya kita tidak tegang dan kaget."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1))  

"Tapi apa memang persahabatan bisa kendur karena jarak? Aku yakin inti persahabatan tentu tidak rusak, tapi jarak dan tempat tidak bisa berdusta, berpisah secara fisik bisa merenggangkan keintiman persahabatan karena tidak lagi disirami oleh pertemuan, canda, dan diskusi *Ranah 3 Warna, halaman 36*"
— Ahmad Fuadi (Ranah 3 Warna (Negeri 5 Menara, #2)) 

"Kerahkan semua kemampuan kalian belajar! Berikan yang terbaik! Baru setelah segala usaha disempurnakan berdoalah dan bertawakkal lah. Tugas kita hanya sampai usaha dan doa, serahkan kepada Tuhan selebihnya, ikhlaskan keputusan kepadaNya, sehingga kita tidak akan pernah stres dalam hidup ini. Stres hanya bagi orang yang berlum berusaha dan tawakal. Ma'annajah, good luck."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)) 
 
"Siapa yang menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas, dia mendapat kehormatan sebagai mujahid, pejuang Allah. Bahkan kalau mati dalam proses mencari ilmu, dia akan diganjar dengan gelar syahid, dan berhak mendapat derajat premium di akhirat nanti. Tidak main-main, Rasulullah sendiri yang mengatakan agar kita menuntut ilmu dari orok sampai menjelang jatah umur kita expired. Uthlub ilma minal mahdi ila lahdi. Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)) 
 
"Anak-anakku, ilmu bagai nur, sinar. Dan sinar tidak bisa datang dan ada di tempat yang gelap. Karena itu, bersihkan hati dan kepalamu, supaya sinar itu bisa datang, menyentuh dan menerangi kalbu kalian semua."
— Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1))  

"Kalau kita kondisikan sedemikian rupa, impian itu lambat laun menjadi nyata . Pada waktu yang tidak pernah kita sangka sangka"
— Ahmad Fuadi (Ranah 3 Warna (Negeri 5 Menara, #2))


Fuadi lahir di nagari Bayur, sebuah kampung kecil di pinggir Danau Maninjau tahun 1972, tidak jauh dari kampung Buya Hamka. Ibunya guru SD, ayahnya guru madrasah.

Lalu Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat.

Gontor pula yang membukakan hatinya kepada rumus sederhana tapi kuat, ”man jadda wajada”, siapa yang bersungguh sungguh akan sukses.

Juga sebuah hukum baru: ilmu dan bahasa asing adalah anak kunci jendela-jendela dunia. Bermodalkan doa dan manjadda wajada, dia mengadu untung di UMPTN. Jendela baru langsung terbuka. Dia diterima di jurusan Hubungan Internasional, UNPAD.

Semasa kuliah, Fuadi pernah mewakili Indonesia ketika mengikuti program Youth Exchange Program di Quebec, Kanada. Di ujung masa kuliah di Bandung, Fuadi mendapat kesempatan kuliah satu semester di National University of Singapore dalam program SIF Fellowship. Lulus kuliah, dia mendengar majalah favoritnya Tempo kembali terbit setelah Soeharto jatuh. Sebuah jendela baru tersibak lagi, Tempo menerimanya sebagai wartawan. Kelas jurnalistik pertamanya dijalani dalam tugas-tugas reportasenya di bawah para wartawan kawakan Indonesia.

Selanjutnya, jendela-jendela dunia lain bagai berlomba-lomba terbuka. Setahun kemudian, dia mendapat beasiswa Fulbright untuk program S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University. Merantau ke Washington DC bersama Yayi, istrinya—yang juga wartawan Tempo—adalah mimpi masa kecilnya yang menjadi kenyataan. Sambil kuliah, mereka menjadi koresponden TEMPO dan wartawan VOA. Berita bersejarah seperti peristiwa 11 September dilaporkan mereka berdua langsung dari Pentagon, White House dan Capitol Hill.

Tahun 2004, jendela dunia lain terbuka lagi ketika dia mendapatkan beasiswa Chevening untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang film dokumenter. Kini, penyuka fotografi ini menjadi Direktur Komunikasi di sebuah NGO konservasi: The Nature Conservancy.

Fuadi dan istrinya tinggal di Bintaro, Jakarta. Mereka berdua menyukai membaca dan traveling.

”Negeri 5 Menara” adalah buku pertama dari rencana trilogi. Buku-buku ini berniat merayakan sebuah pengalaman menikmati atmosfir pendidikan yang sangat inspiratif. Semoga buku ini bisa membukakan mata dan hati. Dan menebarkan inspirasi ke segala arah.
Setengah royalti diniatkan untuk merintis Komunitas Menara, sebuah organisasi sosial berbasis relawan (volunteer) yang menyediakan sekolah, perpustakaan, rumah sakit, dan dapur umum secara gratis buat kalangan yang tidak mampu.

Untuk informasi lebih jauh, silakan klik www.negeri5menara.com, http://fuadi.multiply.com, http://duotravelers.wordpress.com,htt... dan laman Facebook penulis http://www.facebook.com/ahmad.fuadi1

Untuk menghubungi penulis, silakan email ke negeri5menara@yahoo.com .
Atau add "Ahmad Fuadi" di Facebook dan follow "fuadi1" di twitter

Itulah Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Semoga memotivasi dan menginspirasi :)

Tag : Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi,Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi, Kata-Kata Mutiara dalam Novel Ahmad Fuadi
Read More
Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw

Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw

Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw - Selain Ustad, Felix Siaw juga dikenal sebagai penulis, Buku How To Master Your Habits dan mumammad al-Fatih adalah salah satunya. Ustadz Felix Siauw adalah seorang ustadz etnis Tionghoa kelahiran Palembang, Sumatera Selatan. Ia menjadi seorang mualaf semenjak masa kuliah dan bertemu seorang ustadz muda aktivis gerakan da'wah Islam internasional.


Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siaw
Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw

Berikut Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw :


Atas nama cinta, maksiat dirayakan, atas nama cinta, kenistaan diramaikan
Lelaki berebut wanita, hanya untuk memuaskan nafsu, tanpa tanggungan
Hanya seikat bunga, sepucuk kartu, sebatang coklat, digadai kehormatan
Mereka bilang merayakan cinta, cinta mana yang tak peduli masa depan
Hanya dengan nikmat sesaat, dibayar derita dan sesal nan berkepanjangan
Mereka lupa cinta itu beda dengan nafsu, cinta sepaket dengan ketaatan
Cinta itu tentang kini dan masa depan, menanggung dia dengan pernikahan
Bukan dengan selaksa amalan nista, bukan dengan melanggar larangan
Bukankah bila serius, kita seharusnya menyiapkan diri untuk jadi panduan?
Ketimbang seperti anak kecil, yang hanya berucap dan berbuat semaunya
Datangi ayahnya , siapkan pernikahan, bila sudah akad sah, rayakanlah cinta
Bila belum bisa, jangan mulai yang tak bisa diselesaikan, siapkan diri dalam taat

~ Felix Siauw

Mencintaimu melebihi daripada keluargaku dan diriku sendiri
Menetapi sunnahmu walau sendiri dan sampai mati
Rinduku memandangmu, memelukmu, selalu kunanti
Duhai Rasulullah Muhammad, engkau terpuji, selalu dipuji
Walau engkau diuji, dibenci engkau tetap menyayangi
Ummatmu engkau sebut sebelum kembali pada ilahi
Dengan apa kami membalas duhai Rasulullah? Padahal kami mengharap syafaatmu di hari kiamat nanti
Rindu kami padamu, duhai kekasih Allah
~ Felix Siauw

Yang alami selalu lebih enak dipandang, karenanya kupilih istri yang tak pandai berdandan
Yang sederhana selalu lebih menarik dan bertahan lama, karenanya kesederhanaanmu menjadi hiasan
Yang dibuat-buat ada masa berlakunya, yang rumit terbatas trend dan biaya, sederhana saja, alami saja
Tidak perlu berbicara berlebih sehingga dikira hebat, tak perlu berhias berlebih hingga dibilang menarik
Ketaatanmu itu melampaui segala-galanya, dan ibadahmu itu jadi mahkota di dunia, apalagi akhirat

~ Felix Siauw 

Aku tak sempurna, karenanya engkau melengkapiku
Aku mudah goyah, karenanya engkau meneguhkanku
Aku lemah dan rapuh, karenanya engkau selalu ada bagiku
Didepanku untuk menuntun, dibelakangku untuk menjaga
Disampingku untuk menemani, dalam lelah, sedih, duka dan lara
Meyakiniku saat semua ragu, berikan dukungan saat semua pergi
Adamu menyejukkan panasnya ujian, penawar bagi racun lidah manusia
Adalah ketaatanmu yang memikat, adalah sebab kesabaranmu aku kuat

~ Felix Siauw 

Allah akan menanyai kita bukan hanya siapa yang memimpin, tapi dengan apa pemimpin itu memimpin
Maka pastikan pemimpin kita adalah Muslim yang menerapkan syariat Islam, Al-Quran dan As-Sunnah
Maka pastikan diri kita termasuk barisan yang menyiapkan tegaknya sistem kepemimpinan Islam, bukan hanya pemimpin Muslim
Sulit? Iya, tapi logika Allah bukan logika kita, bagi Allah "kun fayakun", jaga saja diri kita jauh dari maksiat, Allah pasti memberi pertolongan
 
~ Felix Siauw

Terkadang, dibalik kekerasan batu, tersimpan keindahan di dalamnya. Lihatlah kebaikan pada manusia, bukan celanya
Jangan pernah meremehkan manusia, syaitan sudah melakukannya dan itu membuat mereka diusir dari surga
Sabar dalam berdakwah, dekati Allah agar kita punya kekuatan, kita berdakwah karena mencintai dan peduli sesama
Ingat baik-baik, yang mengubah adalah Allah, yang memahamkan adalah Allah, bukan kita, kita hanya menyampaikan saja

~ Felix Siauw

Segala sesuatu diciptakan berpasangan, baik-buruk, surga-neraka, jujur-dusta, iman-kafir, adil-dzalim, hanya dua kesudahan dalam pilihan-pilihan kita
Demikian pula Allah memberikan pada kita hanya 2 untuk diikuti, wahyu atau nafsu, bila kita tidak menggunakan wahyu, maka pastilah kita menggunakan nafsu
Dan nafsu, pastilah berujung pada kesengsaraan di dunia, dan kehinaan di akhirat, sedang wahyu pastilah membahagiakan dan menenangkan
Itu jaminan Allah dalam Al-Quran
Maka coba kita lihat pada diri kita sendiri, kita mengeluh kesulitan, banyak masalah, depresi, sementara kita tak pernah menetapi wahyu
Dan kita mengimpikan bahagia sementara semua ama kita berseberangan dengan wahyu?
Padahal siapa yang memberi kebahagiaan kecuali Allah? Maka kembalilah pada wahyu, InsyaAllah bahagia dan berlimpah kebaikan

~ Felix Siauw

Kita jiwa-jiwa yang tak pernah lepas dari maksiat, namun Allah membukakan ampunan sesejuk embun pagi bago siapapun yang mau bertaubat
Kita manusia yang tak pernah sempurna dalam beribadah, namun Allah sediakan rahmat dan rezekinya bagi siapapun yang meminta kepada-Nya
Semoga Allah terima semua ibadah kita, semoga Allah rahmati ummat Nabi Muhammad saw, semoga Allah kuatkan keimanan dalam dada kita

~ Felix Siauw

Bahkan rerumputan pun bertasbih kepada-Nya, begitu juga air dan batu-batu, semua tunduk dalam ketaatannya masing-masing dengan caranya sendiri
Maka tundukkanlah jiwamu dengan iman, kepalamu dalam sujud, dan hatimu dalam taat

~ Felix Siauw

Ada orang kaya bunuh diri, banyak kagi orang miskin bunuh diri, tapi nggak ada orang paham Islam lalu bunuh diri
Ada orang pinter tapi stress, ada yang nggak pinter juga depresi, alhamdulillah orang ngerti Islam kalem woles aja
Bisa dibilang semua masalah hidup itu pasti selesai kalau paham Islam, Islam itu solusi
Sayangnya nggak semua sadar bahwa mengkaji Islam itu penting, mengkaji itu membawa perubahan
Setidaknya ngaji itu mengubah hisup saya, segala-galanya

~ Felix Siauw

Setiap dari kita tentu punya hajat, sayangnya tak semua dari kita pandai menempatkan kepada siapa kita meminta agar hajat kita dipenuhi
Ada diantara kita yang meminta dan berharap pada manusia, ada yang malah setengah memaksa dalam meminta-minta, atau yang terburuk, menyakiti dalam meminta
Padahal manusia itu lemah dan terbatas, setiap manusia juga punya keperluan, dan keperluan itu takkan habis dipenuhi, hingga ia selalu merasa kurang
Aneh, kita meminta urusan dunia pada manusia, sementara dunia ini tidak pernah menjadi milik manusia, padahal milik Allah segala yang ada di langit dan bumi
Memintalah pada Allah jangan pada manusia, berharaplah pada Allah bukan pada manusia
Dan sebaik-baik pinta pada Allah adalah ampunan dan ridha-Nya, tapi kalaupun meminta Allah soal hajat dunia, itupun tak dilarang
Bangunlah di sepertiga malam dan adukan semuanya pada Allah, memintalah kepada-Nya di saat banyak manusia tidur
Nabi saw bersabda, "Di malam hari terdapat suatu saat yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan saat tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malam" (HR Muslim)
Tiap malam Allah tawarkan kepada kita untuk meminta, tiap malam Allah tunggu doa kita untuk Dia kabulkan, tiap malam Allah tebarkan ampunan bagi yang meminta pada-Nya, yang perlu kita lakukan hanya berserius dan bersungguh-sungguh, istiqamah dalam meminta
Nabi saw juga mengingatkan kabar gembira, "Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa 1/3 malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’" (HR Bukhari Muslim)
MasyaAllah, masihkah kita sia-siakan malam-malam kita itu dengan tidur pulas semalaman? Seriuskah kita dengan apapun yang kita inginkan?

~ Felix Siauw

Itulah Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw yang panjang-panjang dan sangat menyentuh hati, semoga bermanfaat :)

Tag : Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw,Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw, Kata-Kata Mutiara Ustadz Felix Siauw
Read More